Archive for the flash fiction Category

Februari dan Catatan Bukan Surat (2)

Posted in flash fiction, Sajak with tags , on February 8, 2017 by mr.f

surat-untuk-februari

Sendiri, aku di Kediri. Februari yang kuhadapi juga menatap ke diri. Kutahu sesuatu lekat mengikuti bayanganku. Di jalan jalan yang penuh pesepeda. Disitu tak ada cara menutup mataku untuk tidak kembali menuju rindu. Hari yang juga lebih singkat kualami karena aku tak lepas dari waktu mengaduk masa lalu. Keberadaan yang tidak sepenuhnya ada.

Catatan kerisauan ini anggaplah wujud kalau aku tidak ingin berhenti memandang langit harapan. Disana ada kamu dan sejumlah keindahan yang tidak bercampur dengan kenyataan. Aku lagi lagi menikmati sisi gelap kenangan.

Keruntuhan pikiranku pada masa depan tak lain oleh keinginan-keinginan masa lalu yang tak kugenggam hari ini. Aku terperangkap nostalgia yang semu. Mendung sore hari yang tanpa senja melengkapi panjangnya kegelapan catatan bukan surat ini. Februari yang sama sekali tidak bersangkut dengan kasih sayang pada sebuah objek materi bernama perempuan.

Hidupku masih optimis. Tanpa jawaban rasional aku menulis gaya melankolis sebegini kronis. Hayalanku banyak menguasai peta pikiran yang kubangun di titian hari. Dan ujung malam datang lagi. Di Kediri aku hanyut pada angan jauh. Tapi aku bersyukur, kamu masih kuandalkan memenuhi relung relung fantasi itu. Nama lain tak punya aspek yang kubandingkan. Kamu melengkapi kepingan keinginanku.

Itulah alasan paling hebat yang kupunya untuk menahanmu sebagai masa depan. Sekalipun aku sadar kalau cerita seperti ini tak pernah benar benar sebagai kenyataan. Hidup pahit, tapi manis sebab aku menulis. Filosofi menulis itulah yang jadi tuntunan kalau kenangan punya hak untuk dicicipi sekalipun sakit.

Juga pada semua permainan dan misteri hari kelak yang pasti dilewati. Jurang-jurang yang memisahkan. Lembah dan bukit yang bergantian. Setapak yang sunyi. Terik dan hujan yang melengkapi. Hidup itu banyak, juga ceritanya. Yang kupelajari selama merawat rasa ini adalah; jangan merasa sanggup hidup sendiri!

Kediri, Februari 2017

Malam dan Malang

Posted in flash fiction, Petualangan with tags on February 8, 2017 by mr.f

malam-dan-malang-2

Malam dan Malang jadi padu kenyataan.
Di kulitku kurasa lembab dan dingin menusuk.
Di jantungku masih tak lekas darah yang mengalirkan namamu.
Aku tersadar, awal tahunku dihidupi oleh udara dataran tinggi.

Juga, hujan turun di kota ini.
Lampu lampu yang bisu.
Jalan basah dan tak ada aroma tanah.
Hirup dan hidup di tatapan Arjuna.
Aku mengagumi manusia yang berlalu yang tak seorangpun mengenalku.
Aku adalah keterasingan di kalender februari yang masih muda.

Wajah dan bulan yang tak bisa kusandingkan.
Dekapan dan kerinduan yang khayali.
Tapi aku bahagia menelan segala rasa.
Banyak teka teki dan jawaban di sekali perjalanan.
Rasa kantuk yang dilawan.
Nyaman yang ditangguhkan.

Aku datang dan pulang, pada jiwaku sendiri.
Aku bertumbuh dan menjaga banyak cara untuk bertahan.
Hidup bukan tanpa arah.
Hiduplah yang bermakna.
Pada jiwa yang masih kosong ini, perjalanan rasa-lah isinya.

Aku dan sebaris jalan menuju titik.
Berhenti dan memberi arti.
Pergi dan menutup lubang perih.
Lalu pergi lagi, dan pasti kembali.
Bumi dan matahari mengilhami kesempurnaan, bukan keteraturan.

Disini, langkah berderap.
Kaki kaki sigap.
Orang orang bekerja dan belajar.
Ah semua tempat sama.
Aku yang baru dan sementara.
Selamat malam kamu dan Malang.

Malang, 6 februari 2017