Cita-Cita; Patriot Energi!

Lebih dari setahun yang lalu, saya mendaftar menjadi relawan pengajar di kegiatan Kelas Inspirasi Palopo. Agak bingung saat mengisi formulir tentang profesi, profesi yang dikira-kira akan menginspirasi anak-anak di sekolahan. Jika pada tahun sebelumnya lagi, tahun 2015 saya tak punya pilihan lain untuk mengisi kolom profesi kecuali sebagai penulis. Profesi yang sejujurnya kurang tepat pada saat itu saya tanggung, tetapi dengan banyak pembenaran dalam pikiran saya sendiri, akhirnya saya tetap diterima sebagai relawan di Kelas Inpirasi Gowa dengan profesi penulis.

Kelas Inpirasi menjadi ajang yang selalu saya tunggu untuk membagikan pengalaman-pengalaman hidup saya kepada anak-anak yang seringkali masih buta akan cita-cita. Sehingga pada tahun lalu, di Kelas Inpirasi Palopo, saya tak lagi mau menanggung profesi sebagai penulis, meskipun saya masih aktif menulis di blog, bukan penulis buku. Saya memilih menceritakan pengalaman saya setelah kepulangan saya bertugas di pedalaman Indonesia sebagai Patriot Energi. Tentulah anak-anak akan bertanya, profesi semacam apakah Patriot Energi itu?.

Di momen sehari mengajar itu, di sebelum saya jauh menceritakan tentang inspirasi apa yang bisa mereka dengar dari profesi sebagai Patriot Energi, maka tentu sangat perlu membangun komunikasi dengan anak-anak, membangun interaksi, dan menyatukan frekuensi situasi di dalam kelas. Kemudian masuklah saya dengan terlebih dulu mengajak anak-anak ini memahami kondisinya, menyerukan kata syukur di dalam ruang kelas sebab mereka masih bisa berangkat ke sekolah dengan mudah, sebab mereka masih mendapatkan guru-guru mereka di dalam kelas, sebab mereka semuanya bisa berbahasa Indonesia. Kesyukuran itu saya munculkan dengan cara membandingkan situasi pendidikan di pedalaman Kalimantan, di tempat dulu saya bertugas sebagai Patriot Energi.

Barulah selanjutnya saya bisa memberikan gambaran sederhana apa itu profesi Patriot Energi, profesi tidak lumrah, dan saya yakin baru kali itu mereka mendengar satu frase profesi yang sebelumnya mereka terbiasa dengan cita-cita menjadi presiden, menjadi dokter, menjadi pilot, menjadi polisi, menjadi pramugari, menjadi guru dan masih banyak menjadi seseorang yang umum dituliskan di buku-buku dasar di sekolahan. Saya kenalkan nama saya dengan menuliskannya, kemudian meminta anak-anak mengulangnya beberapa kali dengan pancingan pertanyaan dari saya. Begitu juga dengan frase Patriot Energi yang menjadi menjadi profesi yang saya bawakan, saya tulis besar-besar dan anak-anak selanjutnya bisa melafalkannya dengan mudah. Satu catatan yang saya ingat dari briefing Kelas Inspirasi, relawan pengajar tidak diperkenankan memberikan hadiah berupa benda kepada anak-anak, terutama ketika anak-anak diajukan pertanyaan.

Saya tuturkan asal muasal Patriot Energi yakni dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, dan menanyakan apakah di antara anak-anak di dalam kelas itu ada yang tahu dan pernah mendegar apa itu Menteri, selaku pemimpin tertinggi suatu kementerian. Tidak lupa saya mengajak mereka untuk ada yang bercita-bercita menjadi menteri di kemudian hari. Kata energi juga menjadi kata kunci yang saya mereka mampu memahaminya dengan simulasi sederhana. Di kesempatan itu, saya membuat prototipe dari kardus bekas mengenai sistem kerja perubahan dari energi matahari menjadi energi lsitrik.

Pengenalan profesi Patriot Energi tidak perlu terlalu panjang, sebab ada misi lain yang juga ingin sekali anak-anak di dalam kelas ini mengetahui dan memahaminya. Saya menyampaikan ancaman global dunia, ancaman krisis energi jika generasi-generasi berikutnya tidak diberikan pemahaman-pemahaman yang mumpuni tentang jenis-jenis sumber energi yang digunakan manusia. Pemahaman yang komprehensif tentang kenapa kita perlu memikirkan optimalisasi dari pemanfaatan sumber energi baru dan terbarukan, mencari dan beralih ke sumber energi lain yang selama ini bersumber dari energi fosil, sumber energi yang tidak terbarukan.

Sejatinya  di Kelas Inspirasi, kita bisa membangun kepercayaan diri anak-anak untuk memiliki mimpi dan cita-cita setinggi-tingginya, tidak harus membuat anak-anak memiliki pikiran untuk bercita-cita seperti profesi yang sedang kita lakonkan. Satu sisi kita memang akan mendapatkan kepuasan setelah di akhir acara di saat anak-anak menuliskan cita-citanya di pohon mimpi, dan kita mendapati ternyata ada anak yang terinspirasi menjadi seperti kita. Seperti yang saya alami di Kelas Inspirasi Palopo, di saat membaca mimpi anak-anak tersebut di pohon mimpi yang disediakan, sangat tidak terduga ada dua anak yang memilih bercita-cita menjadi Patriot Energi. Tentu saya merasakan kepuasan tersendiri, seperti merasa telah berhasil mendoktrin bocah-bocah. Namun, kepuasan itu adalah semu dan selayaknya kita tidak perlu seolah memaksakan profesi kita menjadi mimpi anak-anak di kemudian hari.

Sebab, saat ini saya merasa bersalah dan mempertanyakan ke dalam batin saya, bagaimana nasib mimpi kedua anak tersebut yang dulu ingin menjadi Patriot Energi, sementara hari ini profesi tersebut sudah hilang ditelan kebijakan-kebijakan baru. Patriot Energi tetap dihati, menjadi penggerak energi tanah air dimana saja dan Patriot Energi bukan tinggal kenangan, melainkan pasti akan selalu terkenang.

Bulan depan, saya akan mengadakan event serupa dengan Kelas Inspirasi, namanya Kelas Impian di lima sekolah terdekat di Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Dengan begitu banyak keterbatasan, Kelas Impian dimaksudkan mampu mengilhami anak-anak di lima sekolah tersebut untuk memiliki mimpi yang tinggi setinggi tingginya. Tentu saja, sebagai eks Patriot Energi, sudah menjadi bahan yang harus dikunyahkan ke anak-anak adalah mengenai konservasi energi dan pengenalan potensi energi baru dan terbarukan. Memahamkan tentang pentingnya generasi berikutnya bertindak dan melakukan sesuatu untuk memaksimalkan sumber energi lain, yang begitu banyak tersedia di sekitar kita.

#15HariCeritaEnergi

Gambar; dokumentasi pribadi

 

Advertisements

2 Responses to “Cita-Cita; Patriot Energi!”

  1. Patriot Energi tetap dihati, menjadi penggerak energi tanah air dimana saja dan Patriot Energi bukan tinggal kenangan, melainkan pasti akan selalu terkenang.

    Saya selalu senang membaca blog ini berulang.

    Maafkan muridmu yang satu ini masih belum bisa bercerita dalam paragraf ^^

    • Siap. Saya malah terinspirasi dengan konsistensimu menulis pendek di blog. Sesekali komentarlah tentang urgensi pemberdayaan di masyarakat, sebagaimana yang telah kau pelajari dulu di pelatihan. Heheheh

Berkomentarlah yang Santun!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: