Cerita Lama Energi Terbarukan

Terlalu banyak yang menyenangkan dari sebuah hubungan pertemanan. Hal-hal yang tidak terduga adalah bagian tidak terpisahkan seolah menjadi kado dari kehidupan pertemanan. Saya mengalami banyak kejutan dalam hidup yang memang sudah takdirnya harus seperti itu. Pertemanan mengantarkan kita dari takdir yang satu menuju takdir yang lain. Meskipun sebenarnya pertemanan bukanlah hal pragmatis yang kita berhitung soal ada tidaknya manfaat praktis yang kita dapatkan dari keakraban itu.

Karenan pertemanan juga, saya seringkali sampai pada titik tercerahkan. Termotivasi dari tindakan-tindakan teman yang lain. Juga tidak jarang aktivitas teman-teman membuat saya harus menggali lubang memori  hingga akhirnya menemukan makna yang dalam dari masa lalu. Kemudian karena teman juga beberapa potongan bayangan masa depan bisa dirangkai.

Beberapa bulan yang lalu, teman kuliah S1 saya dulu di Jurusan Fisika Universitas Negeri Makassar (UNM) memposting gagasannya yang berhasil diterbitkan di koran lokal, Tribun Timur  Makassar. Tulisannya sekitar bidang energi baru terbarukan, yakni potensi energi panas bumi atau geothermal di Indonesia. Ini potongan tulisannya;

“Apabila kita analisis dari jumlah geothermal yang terpakai saat ini sebesar 807 Mwe maka sisa yang belum terpakai dari total potensi sebesar 27.357 Mwe adalah 26.650 Mwe. Bisa dibayangkan 1 Mwe sama dengan sejuta watt yang bisa digunakan oleh 100 rumah dengan penggunaan fasilitas batas wajar dalam sehari. Keberadaan geothermal sebagai energi terbarukan sangat memungkinkan potensinya semakin bertambah setiap hari di dalam perut bumi. Apalagi wilayah Indonesia tingkat curah hujannya sangat tinggi. Air hujan yang meresap ke dalam tanah sangat memengaruhi terbentuknya geothermal secara cepat akibat konveksi panas dari batuan. Potensi yang semakin hari semakin bertambah ini suatu saat bisa menjadi devisa negara apabila inovasi geothermal untuk diekspor telah ditemukan. Hal yang perlu dilakukan untuk pemenuhan program 35 ribu MW tersebut yakni dengan memaksimalkan potensi yang telah ada serta menjalin komunikasi antara pemerintah, perusahaan maupun akedemisi untuk sama-sama pendorong percepatan pelaksanaannya demi kesejahteraan pembangunan di masa depan.”

Nama teman saya itu Andi Syamrizal, sekarang sedang intens bimbingan untuk menyelesaikan tesis yang sebentar lagi akan mengantarkannya menjadi Magister Teknik Geofisika di Institut Teknologi Bandung. Dulu di jaman-jaman kuliah S1, dia termasuk teman yang cukup dekat dengan saya. Kemudian setelah selesai S1, masing-masing menerjang kehidupan dengan caranya sendiri. Ternyata dia berhasil masuk ke Pascasarjana ITB setelah beberapa kali ikut seleksi. Dan saya, karena jejaring pertemanan, mendapatkan informasi perekrutan Patriot Energi pada pertengahan tahun 2015. Patriot Energi adalah program pendampingan masyarakat penerima hibah fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Tak disangka, saya dan Ical, sapaan Andi Syamrizal, adalah dua orang alumni Fisika Bumi Jurusan Fisika UNM yang hingga saat ini terus bersinggungan dengan bidang energi. Saya ditakdirkan menyaksikan realitas respon masyarakat di tiga kampung penerima PLTS dan teman saya Ical, digariskan menekuni bidang energi panas bumi di Indonesia.

Waktu kuliah dulu, di periode-periode pengajuan judul penelitian  untuk tugas akhir, di pikiran saya begitu bergejolak keinginan untuk meneliti potensi energi panas bumi di daerah di Sulawesi Selatan. Begitu sering membayangkan bagaimana tingkat kerumitan pengambilan data lapangan di daerah sumber panas bumi dengan menggunakan alat ukur sederhana yang tersedia di laboratorium kampus seperti Geolistrik. Namun sayangnya, saat itu gagasan-gagasan pemikiran tentang penelitian panas bumi harus gugur bahkan sejak dalam isi kepala. Salah satu sebabnya, pada saat itu lingkungan terdekat, teman-teman yang sedang sibuk mengurusi penelitian untuk tugas akhir dibatasi oleh tembok pemikiran bahwa penelitian seorang calon sarjana tidak perlu sampai serumit itu, toh data hasil penelitian seorang sarjana kebanyakan berakhir hanya sebagai karya yang akan memenuhi ruang perpustakaan yang selanjutnya menjadi referensi bagi adik kelas yang mengambil tema penelitian serupa dengan tugas akhir kita.

Seorang calon sarjana hanya dibebankan sebatas kompetensi tahu saja. Aplikasi daripengetahuan itu diyakini akan banyak berhadapan dengan tantangan-tantangan yang belum sepadan dengan kemampuan seorang calon sarjana. Selain itu penelitian seorang calon sarjana menggunakan dana pribadi, sehingga penelitian dengan tingkat kerumitan tertentu pasti akan menguras kantong seorang calon sarjana. Pertimbangan bijaksana itu akhirnya gagal membuat saya mempetakan potensi energi panas bumi. Pada saat itu, ingin sekali rasanya saya meneliti potensi energi panas bumi yang ada di sekitar kampung halaman saya sendiri, di Palopo. Ada sebuah spot yang cukup terkenal dengan keberadaan permandian air panas, namanya Permandian Air Panas Pincara, cukup dekat dengan pusat kota Masamba, di wilayah utara Palopo.

Setahun yang lalu, ketika pulang kampung, saya menyempatkan diri mengunjungi kenangan pikiran itu, untuk melihat sendiri lokasi yang dulu nyaris saya perjuangan menjadi lokasi penelitian, yang sebenarnya pada saat itu saya sendiri belum pernah melihat lokasi yang saya maksudkan. Dan tibalah saya di Permandian Air Panas Pincara tersebut, kesyukuran saya meningkat begitu menyaksikan potensi panas bumi yang dulu ingin saya teliti. Ternyata secara kasat mata saja, sudah bisa diprediksi bagaimana potensi energi yang bisa ditimbulkan dari keberadaan air panas di sekitar permandian tersebut. Dulunya saya berespektasi begitu tinggi membayangkan potensi energi yang bisa ditimbulkan dari panas bumi di tempat ini. Namun realitas yang ada di lapangan begitu jauh  dari apa yang saya bayangkan, sehingga saya mantap mengutuk semua prasangka-prasangka dahulu yang sangat sering keliru. Saya kemudian menyadari nasihat-nasihat bijaksana bahwa untuk melakukan sesuatu, yang harus kita miliki terlebih dahulu adalah ilmunya.

#15HariCerita Energi

Gambar: Dokumentasi Pribadi

Advertisements

Berkomentarlah yang Santun!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: