Tetangga Jauh

​Anak rantau adalah judul novel terbaru dari A. Fuadi, salah satu novelis andalah saya. Tapi tulisan ini bukan untuk mereview novel tersebut, sebab memang belum beredar di toko buku, berarti saya juga belum membacanya.

Anak rantau adalah frase yang juga lekat sekali dengan diri saya sejak tiga tahun terakhir ini. Sejak 2015 mendedikasikan diri sebagai Patriot Energi di dua tempat, di Nunukan dan di Papua Barat, lalu empat bulan yang lalu berpindah tempat lagi ke Kalimantan Timur. Ada pengalaman yang ingin saya uraikan setiap kali mendatangi tempat baru. Muncul rasa primordial kedaerahan, mencari kawan sekota, sesuku, sepulau, bahkan seagama. Menurut saya, primordial adalah kejahatan bila dimonopoli oleh pihak mayoritas. Sedangkan bagi minoritas, primordialisme adalah jalan keluar dari kebekuan.

Primordial itu selalu ada ketika saya merasakan keterasingan. Sama ketika saya aktif melakukan social mapping di Pulau Balikukup, Kaltim, pulau yang empat bulan telah saya amati. Di sini, di antara banyak orang yang kudekati, entah mengapa, saya tetap mendahulukan untuk mengakrabi orang Sulawesi.

Bahkan di antara warga pulau saya lebih akrab dengan dua guru SM3T yang berasal dari Gorontalo dan Sulawesi Tengah. Saling berbagi informasi, cerita, berita, dan derita. Melakukan kegiatan dan kebaikan bersama-sama. Merasakan keseruan keseruan sebagai kaum pendatang. Bagi saya, saat jadi anak rantau begini, kata Sulawesi adalah antitesa dari sungkan dan basa-basi. Dengan sesama asal Sulawesi, mampu menjadikan jarak yang beribu kiloometer jauhnya sebagai tetangga yang begitu dekat.

Saya menjadikan dua guru SM3T itu kawan dekat dalam kategori tetangga provinsi dengan mengeliminasi jarak yang jauh itu. Di gambar di atas, yang berdiri di sisi kanan saya berasal dari Toli-Toli, namanya Sudirman, alumni Universitas Tadulako jurusan Pendidikan Geografi. Dia yang membantu saya membuat peta kampung dengan menggunakan software ArcGIS, dengan Pak Guru muda ini juga saya bersama-sama membuat proyek vidio lintas benua; Balikukup Berautherhood untuk memotivasi dan menginspirasi anak-anak pulau meraih mimpi.

Sedangkan yang di sisi kiri saya bernama Rahmat Prabowo, Sarjana Pendidikan dari jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Gorontalo. Pak Guru kalem yang tidak banyak komentar dan hobi fotografi. Kamera DSLR Pak Guru inilah yang sering saya pinjam dan bahkan dia juga yang banyak melahirkan foto-foto bagus untuk saya.

Pertemanan dengan dua guru ini tidak hanya karena alasan pragmatis, tetapi alasan sebagai anak rantau yang bertetangga propinsi-lah yang mendekatkan kami disini. Hingga selama bulan ramadhan ini, saya sahur dan berbuka di rumah kedua guru bantu itu. Padahal rumah tinggal saya tidak cukup bisa dikatakan sebagai tetangga di pulau kecil ini.

Sampailah pada kesimpulan, tetangga yang terdekat dengan rumahmu belum tentu adalah tetangga yang terdekat dengan hatimu. Sebab, tetangga di tanah rantau yang dekat dengan hatimu sangat mungkin adalah tetanggamu yang sangat jauh sekali di tempat asalmu. 

#15harimenulis

Advertisements

13 Responses to “Tetangga Jauh”

  1. Sampailah pada kesimpulan, tetangga yang terdekat dengan rumahmu belum tentu adalah tetangga yang terdekat dengan hatimu. Sebab, tetangga di tanah rantau yang dekat dengan hatimu sangat mungkin adalah tetanggamu yang sangat jauh sekali di tempat asalmu. ”
    Like it

  2. Pernah ji terlintas dpikiranku tp nd nyangka bakalan keren klu d jadikan tulisan. Emejingg mmg kak maruf… hal biasa sj bisa na sulap jd luar biasaa. Kerenki memang kak 👍👍👍

  3. iyya ya, ketika kita jauh dari kampung halaman mencari orang dengan akar yang mirip dengan kita rasanya adalah sebuah keharusan.

    pas di Jawa, bertemu dengan orang Maluku atau orang Papua saja rasanya senang sekali, meski beda pulau tapi akar sebagai sesama “orang timur Indonesia” sudah cukup membuat kami merasa dekat.

  4. Kalimat terakhirnya asik banget. Jadi kangen merantau. 🙂

Berkomentarlah yang Santun!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s