Aku, Buku, dan Ibuku

Sungguh rindu aku dengan buku,
terlebih pada ibuku.
Pada buku aku terlupa.
Pada ibuku aku terjaga.

Lelapku hampa tanpa buku.
Dulu aku sering menolak tidur,
lalu buku menutup mataku.
Buku telah jauh.
Aku juga gampang jenuh.
Imanku pada buku menuju nadir
Yang tak kutahu kapan kembali hadir.

Dulu, dulu yang lama,
aku sering menutup mata bersama ibuku.
Aku yang banyak berkisah dari kota,
dan banyak tempat yang kudatangi.
Ibuku tertawa saja
kalau ada yang lucu dalam cerita.
Aku ingin bercerita lagi,
di dekat dekat dari telinga ibuku
Biar ibuku tahu,
bahwa dialah ujung usahaku.

Aku kini berjarak jauh dengan dua itu,
buku dan ibuku.
Aku rindu tapi tak kutahu cara kembali.
Sudut pandang berubah,
dan aku terjebak di sudut itu.

 

Pulau Balikukup, Jumat 9 Juni 2017 – 14 Ramadhan 1438 H

Gambar: Dokumentasi Pribadi

 

Advertisements

7 Responses to “Aku, Buku, dan Ibuku”

  1. “Hanya tak suka rindu tumbuh tanpa kepastian” ….
    Saya suka membaca kalimat itu, terkesan begitu dalam.
    Jika “kamu” memberikan rindu itu tumbuh tanpa kepastian,
    Apakah kau sudah memastikannya sendiri bahwa “kamu” juga sedang merindu,
    Hanya saja merindu dengan cara yang berbeda.
    Mendefinisikan rindu sendiri tanpa kompromi hanya akan berujung keputus asaan dengan asumsi rindu yang tak terbalaskan.

    • ih dibalas lagi.
      aku dah bikin puluhan sajak tentang hubungan yang tanpa kepastian. amor platonicus. sulit diingkari, itu melawan dari nama blog ini, sajak anti galau.
      kenanganku melayang, yang mau kuingat hanyalah masa depan.
      kalau yang dulu biarlah jadi tulisan saja.
      sesungguhnya, aku usaha jadi manusia yang pasrah. rindu pada kamu sudah tak perlu. toh aku sudah memahami kenyataan.

      eh, kapan-kapan, back link blog mu dong Kafasya. mungkin bisa kutemukan catatan yang menguatkan.

      • Kafasya Says:

        Beribu sajak bukan jawaban untuk balasan atas kerinduan,
        Rindu yang sebenarnya harus dikomunikasikan.
        Kerinduan bukanlah ego pribadi yang ingin terbalaskan, kerinduan hanya perlu dikomunikasikan kepada si perindu.
        Tak banyak orang yg mampu menangkap dengan baik apa yg dimaksudkan.
        Cara “kamu” mungkin saja berbeda, dengan yang kau lakukan.
        Kepasrahan juga bukan suatu ke optimisan, kerinduan yang optimis mampu terkomunikasikan dengan tepat.
        Tak ada kata terlambat untuk mengoptimiskan rindu.

        Ehmm blog ya, mungkin lain kaki saya akan meninggalkan jejak blog saya.
        #salamBloger

  2. Rasa rasanya saya lebih suka membacanya “Aku, kamu dan ibuku” ,
    Saya suka tulisan sodara, terdapat kalimat yg memiliki arti berbeda.

    • Aku lupa menuliskan, “kamu”. Aku sedang belajar melupakan “kamu”. Di bagian akhir, ada kalimat yang kuhapus.
      “Dan tidak ada kamu dalam rinduku”.
      Hiks.

      Makasih atensinya. Sungguh satu komentar itu lebih dari seribu pujian.

      • Kafasya Says:

        Ketika kata “kamu” berusaha begitu keras untuk dilupakan, disitu saya merasa bahwa tulisan itu tidak ingin dilupakan dan ketika kata “kamu” berusaha begitu keras untuk tidak menjadi rindu disitu saya merasa bahwa kata “kamu” menjadi sosok yang benar-benar dirindukan.

      • Aissh dibalas. Suka saya yang beginian.
        Begini;
        Aku hampir putus asa hanya untuk rindu pada kamu, dulu.
        Sama, kami bersetia menunggu.
        Dan saat ini berjarak jauh.
        Lalu kubiarkan dia terbang tinggi meninggalkan ingatan tentang aku.
        Karena itu aku melupakan.
        Bukan jauh alasannya.
        Hanya tak suka rindu tumbuh tanpa kepastian.

        Begitu.
        😀

Berkomentarlah yang Santun!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: