Menjauhlah!

ciater

Aku baru saja berhadapan dengan pertanyaan masa depan yang kuyakini adalah kamu. Aku begitu berat di hadapan manusia-manusia. Terlebih ketika membiarkan diriku menjadi seperti bukan lelaki baik yang utuh bagi dirimu. Sebagian dari keberanianku terenggut di telan waktu yang berlalu. Aku mencermini diriku seperti hewan yang tak punya keyakinan.

Sebab itu, kucoba seseringkali melatih hatiku dengan menengguk kepahitan situasi. Kopiku tak lagi kuberi gula. Makanan yang kujejal ke dalam perutku tak lagi berperasa. Tubuhku kubiarkan terserap dingin perbukitan. Pandanganku rela tak berisi imajinasi. Semua seolah aku ingin menebus kesalahan dan menata langkahku. Maafkan, aku betul-betul tak tau jalan menuju pengakuan.

Rindu-rindu yang dulu, juga masa lalu yang begitu seru. Relakanlah untuk mungkin tak bisa kuulang lagi. Aku berubah dengan segala ketidakberdayaanku menaklukkan kemungkinan. Aku tak sehebat kata-kata yang kau baca dari diary-ku. Waktu berlalu, aku tak juga mampu memberi bukti. Dari kabarku yang terakhir kepadamu, disitulah kecerobohanku yang paling nyata. Tak ada lagi yang bisa kujanjikan. Akulah yang menghancurkan hubungan ini.

Sangat banyak aku menyebut Tuhan atas sesalku. Hati manusia yang kulukai, juga benih kepalsuan yang kubiarkan bertumbuh. Akulah yang menciptakan kegaduhan perasaanku saat ini. Tidak pernah ada salahmu disini. Jika kau membaca tulisan ini, jangan ikutan mengutuk dirimu juga.

Aku memang belum selesai dengan keegoanku. Dan tak pantas kau membalasnya dengan menunggu. Bermimpilah sebebasmu, aku tak layak ada disitu. Yang benar-benar mampu kubuat hanya menumpahkan kata kata. Janganlah kau menganggap aku merayu. Doaku kian tinggi setiap harinya, tapi rupanya langit tak kunjung tersentuh.

Telah tibalah saatnya kau bergerak bukan seperti khayalku. Jadilah mawar, melati, anggrek, atau apa saja kembang yang disukai orang. Aku ingin, ini menjadi tulisan penutup di awal tahun yang mengecewakanmu. Hujan tlah jatuh. Aroma tanah tlah menyatu. Jauh dan menjauhlah dari aku yang sedang tak baik ini.

Gambar; koleksi pribadi

Advertisements

One Response to “Menjauhlah!”

  1. “Aku memang belum selesai dengan keegoanku. Dan tak pantas kau membalasnya dengan menunggu” sungguh dalam….

Berkomentarlah yang Santun!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: