Malam dan Malang

malam-dan-malang-2

Malam dan Malang jadi padu kenyataan.
Di kulitku kurasa lembab dan dingin menusuk.
Di jantungku masih tak lekas darah yang mengalirkan namamu.
Aku tersadar, awal tahunku dihidupi oleh udara dataran tinggi.

Juga, hujan turun di kota ini.
Lampu lampu yang bisu.
Jalan basah dan tak ada aroma tanah.
Hirup dan hidup di tatapan Arjuna.
Aku mengagumi manusia yang berlalu yang tak seorangpun mengenalku.
Aku adalah keterasingan di kalender februari yang masih muda.

Wajah dan bulan yang tak bisa kusandingkan.
Dekapan dan kerinduan yang khayali.
Tapi aku bahagia menelan segala rasa.
Banyak teka teki dan jawaban di sekali perjalanan.
Rasa kantuk yang dilawan.
Nyaman yang ditangguhkan.

Aku datang dan pulang, pada jiwaku sendiri.
Aku bertumbuh dan menjaga banyak cara untuk bertahan.
Hidup bukan tanpa arah.
Hiduplah yang bermakna.
Pada jiwa yang masih kosong ini, perjalanan rasa-lah isinya.

Aku dan sebaris jalan menuju titik.
Berhenti dan memberi arti.
Pergi dan menutup lubang perih.
Lalu pergi lagi, dan pasti kembali.
Bumi dan matahari mengilhami kesempurnaan, bukan keteraturan.

Disini, langkah berderap.
Kaki kaki sigap.
Orang orang bekerja dan belajar.
Ah semua tempat sama.
Aku yang baru dan sementara.
Selamat malam kamu dan Malang.

Malang, 6 februari 2017

Advertisements

Berkomentarlah yang Santun!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: