Dari Patriot Energi ke Patriot Negeri

patriot-negeri

Kembali saya menyelam ke dalam kesadaran hakiki setelah hampir sebulan ditempah perspektif multidimensi tentang bagaimana memandang bangsa dan sejumlah agenda perubahan. Tancapan terdalam terdapat pada frase “integritas dan keterampilan”. Siapapun dan dimanapun kita sebagai anak bangsa berada dalam tatanan kemasyarakatan, maka di benak dan lubuk hati paling suci mustilah ada keinginan menyaksikan perubahan di negara ini.

Maka dua kata inti dalam frase pamungkas itu yakni integritas dan keterampilan adalah bekal yang wajib dimiliki oleh setiap kita sebagai warga negara yang memiliki kesadaran akan penting dan mendesaknya perubahan harus dilakukan.

Keyakinan saya itu tidak berlebihan.  Akan tetapi tidak semua orang mampu melibatkan diri dalam agenda perubahan itu. Pun, semua orang pada kerangka makronya adalah titik penghubung garis lingkar perubahan itu.

Integritas menganjurkan jiwa kita selalu tulus dan tingkah budi yang luhur. Lurus dan seiya sekata dalam kata dan kerja. Punya empati dan belas kasih pada setiap kali mata menjumpai ketidakberdayaan atau ketidakberuntungan. Tersentaknya nurani seketika menyadari perihal ketimpangan sosial.

Tetapi itu belum cukup, masih perlu satu langkah lagi untuk meraih perubahan. Menjadi bagian dari republik ini, masing masing jiwa mutlak punya keterampilan hidup. Keterampilan untuk menaklukan tantangan dalam mewujudkan perubahan. Keterampilan bukan terminologi yang serupa bakat, bukan. Keterampilan itu diasah, diuji, dan dilaksanakan.

Saya akui, sayalah salah satu orang beruntung di negeri ini bisa terselip di dalam komunitas idealis yang begitu tegas mengusung tema perubahan dari desa untuk bangsa. Setahun lebih melebur diri, melibatkan diri, berbaur dan coba bersinergi terjun langsung ke “lapangan” menyaksikan suasana bangsa di pedalaman nun jauh tak tersentuh. Ikut irama dan ritme harmonis kampung kampung ironis di tanah air subur ini.

Awalnya bergabung dalam program sekaligus gerakan pemberdayaan masyarakat penerima bantuan listrik dari negara yang bernama “Patriot Energi” lalu terpanggil kembali mengikuti hasrat untuk menyaksikan dan terlibat dalam perubahan bangsa di kegiatan pemberdayaan dan pedampingan masyarakat yang dilabeli “Patriot Negeri”. Kedua nama itu hanyalah nomenklatur atau bungkusan dari misi dan aksi nyata untuk menerjunkan pemuda pemudi ke desa, memberi warna pada corak perubahan bangsa.

Bila di Patriot Energi terkesan menunjuk pada satu sektor penting yakni energi, maka di Patriot Negeri akan mencoba melebarkan salam perubahan dari segala sektor yang memungkinkan untuk diubah. Termasuk ranah pangan dan demokratisasi ekonomi di tingkat desa. Agenda dan strateginya dari desa untuk bangsa. Kemandirian, kedaulatan dan keberkuasaan desa adalah hakikat dari program pendampingan masyarakat ini.

Gambar; koleksi pribadi

Advertisements

Berkomentarlah yang Santun!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: