Merawatmu dengan Kata

kaimana3

Aku sudah sedalam ini terdiam.
Menjagamu hanya lewat kata-kata.
Mengandalkan waktu yang belum tentu.
Segala rapuh dan kerelaan aku siapkan.
Juga kehilangan yang kapan saja turut aku pupuk dalam segala bisu rayuanku.
Aku bukan remaja yang murah membual pada telinga perempuan perempuan.
Bukan pula melankolis yang gampang tumpah rasa sedihnya.

Aku cukup banyak melihat kehilangan.
Di antara tanda tanda kalau aku telah menjadi tersisa dari sejarah. Aku dan kini yang setia menjagamu dalam kata-kata.
Selalu ingin abadi dengan cara menulismu tanpa nama. Bersembunyi dari takdir yang pilu dan memancing amarah.
Aku tak pernah mengenal asmara, meskipun tanpa air mata.

Aku telah berani berdiri di atas caraku menjagamu.
Mengandalkan bayangan dari ketiadaan.
Mendiamkan bujuk dan manis-manis di ujung bibir.
Merapalkan harap pada remah-remah kelamnya masa depan. Sungguh hanya dengan kata-kata aku berani merawatmu dalam ingatan.
Mengingatmu lewat purwa rupa yang tak mudah bersua.
Sebab aku jauh di antara kata-kataku sendiri.
Sementara juga aku sangat dekat meski doaku kuhantar banyak-banyak.

Kiranya malaikat menuliskan takdir bukan pada ketika kita bersandar di bahu berbeda.
Hanya begitu saja yang kumau,
hal tidak sederhana yang kuhembuskan ke ubun-ubunku sendiri.
Aku yang masih mengandalkan kata sebelum berbicara pada kalanya.
Sekembalinya kita di urusan sendiri-sendiri,
Aku selalu kuat memanggul namamu,
di pundak ingatanku sendiri.
Tidak sulit, juga bukan tidak mudah melakukannya selalu.
Tapi begitu,
aku berkeyakinan dapat bahagia senantiasa.
Serupa kebahagaian yang di mata orang lain adalah kebutaan.
Biar saja,
aku berhak dengan caraku terbang menjangkau angan.
Menghalau ketidakpastian yang tertutup kamuflase kemungkinan-kemungkinan.
Sejauh aku belum menyakitimu,
Aku masih menganggap ini bukan kekeliruan.

Ah mungkin saja,
Suatu waktu kelak aku kehabisan kata-kata.
Dan mungkin lagi,
Aku tak bisa menjagamu.
Percayalah, kelak adalah misteri.
Sampai disini itulah yang pasti.
Tetapi aku bisa diandalkan urusan kata-kata.
Dengan begitu aku selalu bisa merawatmu terus-menerus.

Kaimana – Papua Barat, November 2016

Advertisements

Berkomentarlah yang Santun!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: