Ketika Hujan di Kotamu

ketika-di-kotamu-hujan

Kudengar kotamu mulai disapu hujan.
Sebentar lagi akan kulihat gerutumu di sela-sela nada sendu yang mengantarmu dekat pada dirimu yang sejujurnya.
Juga menjauh dari remah-remah rindu yang ditabu sekian lama.
Hujan menjelma bait-bait penanda kenangan yang telah larut.
Aku di sini melamunkan hujanmu di sana.
Hidupku separuhnya bersisa di kota itu.
Sedalam-dalamnya bekas luka yang patah dan tumbuh seiring musim berganti,
aku masih ingin berteduh disana.
Tetapi nadiku dialiri darah yang juga mungkin dari tumpahan hujan di kota itu,
pada dahulu.

Maka jangan turutkan dirimu membenci hujan yang tulus membumi.
Akan kuiring banyak doa ke langit tujuh moga moga hujan turun di waktu kamu ingin dirimu bersyukur.
Hiruplah dalam dalam semua senyawa di udara,
agar kau tau napasmu dicipta bersama tak bisa tanpa hujan.
Aku di sisi seberang dimana manusia juga suka menggerutu kepada hujan,
sama di kotamu.
Bahkan terdengar lebih sadis saat gerutu dibubuhi makian pedas,
mungkin semacam protes kepada Tuhan yang dianggap tidak adil membagi dingin dan panas.
Tetapi manusia disini dan di kotamu sama-sama ada yang menadah hujan.

Hujan tak boleh sampai ke tanah.
Sebab-sebab yang begitu beberapa orang ingin basah oleh air langit.
Panas tak cukup,
juga hujan dekat dengan banyak hal yang harus dipeluk.

 

~Kampung Bamana di hujan yang lama bulan september

Advertisements

3 Responses to “Ketika Hujan di Kotamu”

  1. mujahidzulfadli Says:

    aseeek, back to Puisi. Khusus yang ini, benar-benar segar kedengarannya. I like it much. Sajak adalah bentuk yang selalu harus dan patut dicemburui, kata Goenawan Moh. Karena ia selalu membawa segar dan sesal, lalu tanya “kenapa saya tidak membuat yang seperti itu juga ya?”

    oh, come on. It’s the proper time you to publish your lovely a list of poem collection.

    • Aii bikin beginian betul betul musti baper. Bung, gimana ini project bukunya blogger kampus. Mungkin bagus di follow up i lagi. Amms, opu, ente, saya sudah punya tulisan. Gimana bagusnya itu dih? Saya rada rada tidak enak memulai di grup WA itu. Kita sekarang ada amunisi baru, ada najib di adelaide, ada salim di uk, ada juga itu tami pm di natuna, bisa ini prospek ini digenjot dalam waktu dekat. Atau ada cara lain?

Berkomentarlah yang Santun!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: