Kapal Perintis di Kaimana, Gratis Kemana-mana

IMG_1291

Tiga kapal perintis berlabuh di Pelabuhan Kaimana

Papua terkenal dengan sulitnya akses transportasi. Bentang alam pegunungan dan sebagian kepulauan yang semestinya menjadi penunjang pemanfaatan sumber daya alam secara maksimal malah menjadi penghalang bagi masyarakat untuk menikmati haknya sebagai warga negara.

Kenyataan getir ini nyata dialami oleh saudara-saudara kita di salah satu kabupaten di Papua Barat, di Kaimana. Kebanyakan masyarakat Kaimana berada di kawasan sulit akses transportasi. Tetapi begitulah Papua, bukan Papua namanya kalau tidak susah jalan daratnya. Di Kaimana, oleh sebab itu, laut menjadi media bagi masyarakat untuk mengunjungi kota. Kota Kaimana juga boleh dikata sebagai kota pelabuhan di Papua Barat. Dan satu lagi gelar apik yang begitu melekat dan populer saat menyebut kata Kaimana, apalagi kalau bukan Kota Senja Kaimana.

Kaimana, oleh pemerintah daerahnya enggan menyebut diri sebagai daerah terbelakang. Tetapi kenyataan bahwa beberapa distrik di Kaimana berada terpencil dan terisolir di gunung-gunung, jauh di dalam teluk, di seberang pulau, atau di titik-titik kampung yang tak mampu tersentuh infrastruktur mengisyaratkan bahwa Kabupaten Kaimana betul-betul membutuhkan aksi, kontribusi, dan kerja nyata siapa saja yang ingin terlibat, turun tangan baku bantu untuk maju bersama. Harus ada aksi pasti membenahi situasi yang semakin kompleks, dan itu tidak cukup hanya dengan menunggu jalan darat itu menjadi nyata. Tidak dengan hanya sekadar membuat angan-angan yang dibumbui dengan diplomasi janji-janji manis.

Kemauan untuk melipat jarak yang tanpa jalan darat itu, diwujudkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kaimana lewat sebuah solusi dengan menyediakan fasilitas transportasi umum lewat beberapa kapal perintis sebagai transportasi umum yang digratiskan bagi masyarakat Kaimana kemana saja, sesuai rute yang dianggap strategis menyelesaikan persoalan jauh dan besarnya penghalang bagi masyarakat Kaimana membicarakan transportasi. Bayangkan saja, bila dikonversi le bentuk uang, sekali jalan menggunakan longboat pribadi dari salah satu distrik yang jauh disana menuju Kota Kaimana yang bercahaya lampu kota itu akan menghabiskan sekitar dua sampai tiga juta rupiah. Harga yang begitu mahal yang harus dibayar seorang warga untuk melihat peradaban.

Kapal perintis yang gratis ini dijadwal rutin  setiap dua minggu sekali. Bergerak dari Kota Kaimana ke distrik yang jauh di sana. Rata-rata durasi perjalanan sekitar 8 hingga 12 jam. Lalu kembali lagi dari distrik ke Kota Kaimana dengan mengangkut sebanyak-banyak warga dan semua hasil alam yang telah disiapkan untuk dibawa ke kota. Kapal perintis mampu mengangkut ratusan warga dan segala macam barang bawaannya

DCIM100MEDIA

jangan lupa bawa pinang kemana saja

Saya pernah mencoba dan menikmati transportasi gratis ini, dan berhasil merasakan betapa terbantunya masyarakat memenuhi kebutuhan hidupnya. Ada anak sekolah yang pulang mengunjungi orang tuanya di Kampung. Ada polisi pergi bertugas di distrik terpencil. Ada guru yang akan datang memulai pelajaran baru di sekolah dasar di sebuah kampung jauh di dalam teluk. Ada bapak-bapak yang baru saja dari kota menjual hasil melautnya. Ada ibu-ibu bersama anak-anaknya puas selepas berkunjung ke kota. Dan masih banyak jenis orang-orang dengan wajah bersyukur berada di atas kapal perintis gratis. Tentunya, menggunakan kapal perintis gratis ini jauh lebih efektif dan efisien dibandingkan menggunakan kapal atau perahu longboat pribadi. inilah salah satu inovasi daerah yang ada di Kaimana dan mungkin layak diterapkan di tempat lain di Indonesia.

Kabar baiknya, di Kaimana ada enam kapal perintis dengan fungsi mengantar warga menuju rutenya masing-masing. Dengan begitu siapa saja bisa mengunjungi pelosok Kaimana dengan gratis. Kesulitan memang ada di setiap jalan kebaikan, tetapi tidak berarti kesulitan itu menutup mata untuk mencari celah. Beginilah aksi Pemda Kaimana dalam melayani masyarakatnya. Untuk Papua. Untuk Indonesia.

Kaimana kota pelabuhan

Kaimana kota pelabuhan

Orang baik masih banyak dimana-mana tidak hanya di Kaimana. Tetapi orang susah sudah pasti banyak ada di sini, di Papua. Bila semakin banyak orang baik baku bantu untuk orang susah, maka satu persatu benang semrawut masalah bangsa ini pasti bisa diurai dan dirajut kembali. Idealisme belum genap tanpa kerja nyata. Juga visi untuk membangun negeri haruslah dimulia dari aksi saat ini pula. Mari bersinergi dan dukung langkah siapa saja yang ingin berkonttibusi untuk negeri. Dan teruslah memberi kabar baik dari dan untuk Indonesia. Salam dari Kota Senja Kaimana.

*Semua gambar yang ada di dalam postingan ada dokumentasi pribadi

Artikel ini diikutsertakan pada Kompetisi Menulis Blog Inovasi Daerahkuhttps://www.goodnewsfromindonesia.id/competition/inovasidaerahku

Advertisements

4 Responses to “Kapal Perintis di Kaimana, Gratis Kemana-mana”

  1. Satu lagi aksi nyata yang sangat patut diapresiasi. Di tengah tingginya biaya hidup, kapal perintis ini hadir sebagai angin segar bagi warga di tanah papua. Sangat salut untuk pemda kota kaima atas inovasi daerah yang diterapkan.. Fasilitas gratis- kapal perintis.

  2. Tempat boleh terpencil, tapi tidak dengan pemudanya.

  3. kalo ke papua saya juga jadi merasa mau merasakan naik kapal perintis ini.

  4. Pengen jg coba naik kapalx. Hahaha
    Brp penumpang atau berat maksimal muatan kapalx kak?

Berkomentarlah yang Santun!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: