Hubungan Tanpa Kita

IMG_1344Sulit sekali menyelesaikan tulisan ini. Berhari-hari tertahan di kepala dan berhenti di jari-jari. Aku mencari bentuk yang mungkin bisa mencipta bayangan. Sesuatu yang berada jauh di angan-angan dan bisa jadi itulah masa depan. Aku bertaruh pada segenggam keyakinan yang masih kumiliki. Aku tidak berani menghadapi kenyataan masa kini.

Tantangan hubungan ini terlihat mudah. Hanya pada satu poin, keyakinan. Keyakinan yang saling. Hubungan ini seperti keajaiban. Karena tidak pernah diawali juga belum pernah dijalani. Segala hal yang terjadi kelak masih tersimpan di dada. Belum pernah mulut ini mengucap satu janji, tapi hati ini bersaksi. Hubungan ini jauh melibatkan Tuhan.

Aku tidak semudah orang-orang membentuk ilusi sebuah ikatan. Keadaan hampa yang dipaksa berdimensi rasa. Aku bukan tidak jujur, kini dan nanti memang belumlah saatnya menyatakan semuanya. Masih ada banyak pertanyaan tentang kehidupan yang semoga ada dalam keadaan yang nyata, kelak. Hubungan ini bukanlah semata karena dipisah jarak. Tetapi masih ada resiko yang memberi celah untuk mengantarnya menjadi kejadiaan padu.

Biarlah semesta berjalan, dan tidak perlu ada risau yang berlebih, melebihi caraku menulisnya seperti ini. Sudah bermalam-malam, di sebelum tidurku, ada yang kurang bila tak kusentuh ranah yang mungkin bertema rindu. Tetapi selalu gagal aku mengira-ngira, kepada siapa akan kutuju seluruhnya. Maka itulah aku tak mengerti hubungan ini. Tetapi aku yakin ada temali doa yang saling terhubung di langit yang sedang purnama. Sebab purnama, selalu datang tepat pada siapa yang mendongak di jagat raya angkasa malam.

Aku tidak memaksa siapa yang akan paham dengan apa yang terjadi pada alam acak pikiran seseorang. Aku menulis, supaya aku tahu ada harapan yang boleh aku perjuangkan. Untuk aku sendiri dan juga untuk hubungan doa-doa yang diyakini. Aku tidak sendiri seperti ini. Aku tahu Tuhan sedang menimbang kuatnya daya dan upaya yang sedang kubuat.

Lihat tulisan ini, tanpa subjek ‘kita’. Aku berusaha menegaskan, segalanya harus dicoba tanpa harus bersama. Omong kosong kejombloan itu tidak penting sama sekali. Kehidupan dibangun berdasarkan realita dan keyakinan-keyakinan. Bukan hubungan yang belum tepat waktunya. Bukan hal-hal buta yang tidak patut dijalani seorang manusia dewasa. Bila ingin terus menikmati napas, tidak juga musti bertindak bebas. Sederhana, kita usaha susuri garis, suatu hari akan terjadi perjumpaan itu.

Dan akan kuakhirkan dengan kutipan postingan status facebook dua tahun lalu, mungkin bisa jadi petunjuk;

Hubungan itu memang begitu ajaib. Pernah ada mimpi-mimpi, rayuan, senyum kebahagiaan. Ada pula pengkhianatan, pertengkaran, kemarahan, kecemburuan, pengingkaran. Ada kebanggaan, ada pula kehinaan yang dipendam. Tapi sudahlah, “kita” sedang saling melupakan.

Kaimana, 18 Agustus 2016

Advertisements

3 Responses to “Hubungan Tanpa Kita”

  1. I.Allah akan d pertemukan kak😊

Berkomentarlah yang Santun!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: