Berbagi Darah, Berbagi Asa

 

Donor Darah

Mungkin tidak semua orang sepakat bahwa cara terbaik menemukan kebahagiaan adalah dengan berbagi. Kebahagiaan, walaupun abstrak dan tidak punya formulasi pasti, tetapi hampir semua orang bertujuan hidup untuk menemukan kebahagiaan. Pada bagaimanapun hidup yang sedang dialami oleh seseorang.

Saya sendiri yang meskipun belum banyak mencicipi asam-manis dan pahit-getir kehidupan, tetapi saya dengan rasa percaya diri yang utuh meyakini bahwa hidup kita yang hanya sekali ini akan menjadi berarti dengan cara banyak berbagi. Perasaan berarti inilah yang akan mengantarkan kita pada dimensi perasaan yang lain, seperti kebahagiaan dan kepuasan atas hidup.

Bahwa kita tidak  perlu menjadi siapa-siapa terlebih dulu untuk berbagi. Kita tidak pernah tahu kapan tangan kita berbalik posisi menjadi tengada tangan penerima. Sebab antara memberi dan menerima tidak sepenuhnya tentang materi, tentang siapa yang punya lebih dan siapa yang kurang. Akan tetapi persoalan berbagi dan memberi adalah persoalan mental yang musti senantiasa diasah kepekaan dan kerelaannya.

Dulu di jaman kuliah, saya punya satu kebiasaan yang memang saya latih dan tidak banyak saya umbar di dunia maya. Kebiasaan menjadi relawan donor darah setiap tiga bulan sekali. Saya paham situasi saya pada saat itu, bahwa untuk berbagi dan memberi pada persoalan materi, mungkin justru akan memberatkan hidup saya sebagai anak rantau yang tinggal jauh dari rumah dan orang tua. Maka dengan cara mendonorkan darah, saya tetap bisa menggolongkan diri sebagai pemberi dan bisa berharap ada manfaat yang orang lain akan terima. Bukan mengharap manfaat yang akan saya terima.

Sekitar sembilan tahun lalu, saya mulai mengenal istilah donor darah. Saya mengenalnya lewat Korps Suka Rela Palang Merah Indonesia unit Universitas Negeri Makassar  atau KSR PMI UNM. Seorang kerabat dekat saya di kampus, mengenalkan saya dengan organisasi kemanusiaan tertua di dunia ini dengan cara yang sangat bijaksana. Menyodorkan saya formulir pendonor dan membicarakan sedikit tentang kemungkinan hidup kita akan ada manfaat bagi orang lain dengan mendonorkan darah. Kemungkinan akan betapa dibutuhkannya sekantong darah yang akan saya donorkan. Kemungkinan akan dijadikannya darah kita sebagai cairan yang memisahkan hidup seseorang dari kematian.

Saat itu, saya belum punya pengalaman pribadi tentang betapa berartinya sekantong darah. Hingga waktu terus berlalu dan saya telah berjumpa dengan situasi genting dimana salah seorang keluarga akan dioperasi dan harus menyiapkan beberapa kantong darah untuk recovery pasca operasi. Stock darah sedang limit di semua unit  PMI se Kota Makassar. Saya pontang-panting cari darah, mengumumkan di semua sosial media, menghubungi semua kolega yang saya ingat punya kebiasaan donor darah. Dari lima orang kawan yang saya bawa untuk PMI, hanya dua yang memenuhi syarat sebagai pendonor. Bersyukurnya, saya tidak bekerja sendiri. Tak lama PMI unit lain mengonfirmasi telah memiliki darah dengan resus yang sama dengan keluarga saya. Sejak itu saya begitu respect dengan organisasi kemanusiaan ini, yang selalu bekerja total dan sepenuh hati dimanapun kepada siapapun, tanpa memandang usia, gender, suku, maupun agama.

Kini, hampir sembilan tahun saya selalu mencoba rutin menjadi relawan donor darah. Seingat saya, sudah 21 kantong darah yang saya keluarkan dari tubuh saya selama sembilan tahun itu. Saya pernah beberapa kali ditolak oleh petugas PMI sebagai pendonor. Suatu hari, saya hendak mendonor di kampus, ternyata saya melakukan donor terakhir 74 hari yang lalu, sedangkan syarat minimalnya adalah selang 75 hari. Saya sedikit ngotot supaya saya tetap bisa berdonor, tetapi rekan saya di KSR PMI unit UNM tidak mau mengambil resiko. Katanya, aturan itu tidak lain adalah untuk kesehatan pendonor sendiri. Saya salut dengan komitmen dan integritas orang-orang di PMI. Sebab bekerja untuk kemanusiaan seperti ini tidak boleh mengesampingkan aspek keselamatan jiwa manusia yang lain.

Pernah juga saya tertolak sebanyak tiga kali. Kejadiannya, waktu itu saya sedang di Kediri, akhir tahun 2013 silam, ketika kursus di Kampung Inggris Pare. Penolakan pertama, petugas PMI Kediri menolak saya dengan alasan tekanan darah yang tidak bisa memenuhi syarat sebagai pendonor dan menyarankan saya untuk tidur lebih awal, memperhatikan gizi makanan dan berolahraga yang cukup. Tiga hari kemudian, saya datang lagi, saya ditolak lagi dengan alasan yang sama, padahal saya sudah melakukan anjuran petugas PMI. Petugas PMI Kediri kembali menyarankan dengan anjuran yang sama dengan saat ditolak pertama. Saya datang lagi dua hari kemudian, ditolak lagi. Saya pasrah dan tidak mau ngotot. Saya tahu ini untuk kebaikan saya sendiri, meskipun niat saya berdonor untuk kebaikan orang lain. Akhirnya saya tidak berkesempatan donor di Tanah Jawa.

Saya tidak hanya tertolak di dua unit PMI seperti cerita di atas. Di PMI Unit Mall Ratu Indah Makassar yang menjadi PMI favorit saya untuk berdonor, sudah seringkali saya tertolak. Kadang karena tekanan darah, hemoglobin rendah, istrahat kurang dan banyak syarat yang tegas dan tidak bisa dimanipulasi. Ketegasan ini semakin menunjukkan bahwa PMI serius setulus hati bekerja untuk manusia, bukan menolong satu manusia dan mengorbankan manusia yang lain. PMI memiliki standar yang ketat terhadap pendonor, PMI dimanapun itu. PMI juga melakukan standar yang sama pada siapapun, tidak membedakan pendonor dan penerima donor. PMI hadir dimanapun untuk siappun, anywhere to anyone.

Saya telah menganggap donor darah sebagai gaya hidup. Melakukannya atas dasar empati dan kemanusiaan. Mendonorkan darah tanpa mengharap balas. Dari 21 kantong darah yang keluar dari tubuh saya selama sembilan tahun itu, tak satupun saya ketahui mengalir dan mengisi ke tubuh siapa darah saya itu. Sebab saya memang tak perlu tahu, saya menghindarkan diri dari segala kemungkinan berbangga dan menyombongkan diri, meskipun itu mungkin saja untuk menyelamatkan nyawa seseorang. Berbagi darah berarti berbagi asa. Berbagi darah berarti berbagi harapan melanjutkan hidup yang lebih berarti.

Akhirnya, mari senantiasa berbagi, kita tidak akan pernah menyangka kapan kita akan kekurangan, sebab waktu mutlak menciptakan perubahan. Hanya dengan selalu merasa cukup, jiwa kita akan lebih ringan memberi dan berbagi.

 

Gambar; Koleksi pribadi

Advertisements

82 Responses to “Berbagi Darah, Berbagi Asa”

  1. Jordan Tanuwijaya Says:

    Thx bro motivasinya… sepertinya sering sering donor darah gak akan kehabisan darah juga kan. Great choice..

    • Medena S Says:

      iya bener banget tuh ga akan kehabisan darah malah bisa jadi lebih sehat katanya. great choice πŸ˜€

  2. Donor itu sakit gak sih ? Kok kayaknya baik baik aja ya ?
    Jadi pengen donor darah kayaknya seru …
    Thx ka

  3. Dian Thoriqulfitri Says:

    Bagi aku jarum itu mengerikan kak, tapi setelah baca tulisan di atas jadi kepengen donor. Sepertinya berbagi darah menyenangkan.
    Makasih kak

    • Wah senang dengarnya kalo seperti itu Dian Thoriqulfitri. Semangat yah, kita tidak tahu darah kita seberapa bergunanya bagi orang lain. πŸ’‰πŸ’‰πŸ’‰

  4. Stepfina Says:

    Skarang jadi gak takut lagi sama jarum dan donor darah. Pengen banget bisa berbagi malahan. Thanks kak!

  5. Nice sharing kak Maruf. Mudah2an makin byk orang yang sadar kalau donor darah itu manfaat nya besar sekali.

    • Yuhuuu, tiap hari pasti ada orang yang butuh darah. Kita beruntung dihubungkan oleh satu organisasi kemanusiaan yang concern di aksi kemanusiaan seperti PMI. Dede juga nanti musti membagikan pengalamannya, semangat!

  6. Vincent Cahya Saputra Says:

    Stelah baca cerita nya kak Ma’ruf, saya baru benar benar sadar kalau donor darah itu sangat mulia dan bermanfaat.
    Jujur awalnya saya takut sama jarum, tp skarang rasanya rasa takut saya gak sebanding dengan ketakutan orang di luar sana yg pontang panting membutuhkan bantuan darah. Thanks for opening my mind kak!

    • Waah, ternyata banyak yah orang yang takut ma jarum. Pengalaman saya, memang kadang saya tutup mata pas jarum nyenyuh kulit. Kadang juga saya liatin.

      Tapi perasaan pasca donor itu sungguh melegakan, seperti abis melunasi utang. Nanti coba rasakan sendiri sensasinya. Semangat yah, donor itu isyarat kebermanfaatan hidup.

  7. ola mulya Says:

    Jadi pengen donor darah …really inspire me!

  8. Rizky Putra Says:

    Saya adalah seorang yang takut jarum, tapi setelah saya baca tulisan di atas … hmmm… boleh lah di coba untuk donor.
    thanks

  9. Rizky Putra Says:

    Saya adalah seorang yang takut jarum, tapi setelah saya baca tulisan di atas … hmmm… boleh lah di coba untuk donor.
    thanks your inspiration

    • Siiip. Donor darah paling cuma 15 menit kelar, tapi kita tidak tahu nyawa siapa yang kita selamatkan. Semangat yah. πŸ‘πŸ‘πŸ‘

  10. Tri Widiya Says:

    sekarang jadi tidak takut lagi untuk donor darah.
    terima kasih kak ma’ruf inspirasinya

    • Wiiih alhamdulillah kalo bisa sampai bikin seseorang berubah. Terima kasih kembali yah Tri Widiya. Semangat yah menebar manfaat.

  11. Vina Putri Says:

    Semakin semangat untuk mendonorkan darah…
    thanks for the inspiring story..

    • Yuhuuu… Semangat yah Vina Putri perempuan biasanya banyak kendala ketika mau donor, dengarlah nasehat petugas PMI. Tengs komentarnya.

  12. Hello kak ma’ruf ,
    this article has inspired me to give blood for life , i realise now that giving does not always mean giving money, .

    thanks for the inspiring story

    • Hello juga Laras, nice to read your comment here, my second home. Tengs yah atas apresiasinya. Semangat yah, saya serius donor itu bikin hidup kita serasa ada manfaat buat orang lain.

  13. Juan Nugraha Says:

    setelah baca tulisan ini jadi terdorong untuk mendonorkan darah, semoga tahun ini bisa mendonorkan darah.

  14. Cyntiani Says:

    Salam kenal kak Maruf πŸ˜€
    Thanks for such inspiring story.
    Jadi terdorong buat partisipasi dalam donor darah. Mudah2an kesampean πŸ˜‡.

    • Salam kenal kembali Cyntiani, senang baca komentar seperti ini. Semoga ada manfaatnya. Trims yah. Tetap semangat menebar manfaat. πŸ˜‰

  15. Tya Anggraini Says:

    If you donate money, you give food
    but if you donate blood, you give life.

    karna berbagi tak selamanya tentang uang. Kamu yang terbaik.

  16. patut diapresiasi kak, semoga dapat menginspirasi anak muda di Indonesia… πŸ˜€

  17. patut diapresiasi kak, semoga dapat menginspirasi anak muda.

  18. patut diapresiasi kak, semoga bisa menginspirasi banyak anak muda.

  19. mawaddahhamzah Says:

    Entah kapan bisa menulis semenarik cara kak Mr.F.. :’) I do love it kak.

  20. mujahidzulfadli Says:

    selalu suka tulisan bung, tanpa alasan. Berbahagialah terus dengan berbagi.

  21. “Memisahkan hidup seseorang dari kematian”
    *saya sempat baca dua kali, kalimat penutup paragraf ke-5 itu*

    karena saat baca kal.pertama paragraf selanjutnya, kata” yg trtinggal hanya “memisahkan hidup seseorang” heehh?!?πŸ˜• (akhirnya balik baca lagi) dan teryataa ooo dr kematian😁

    Keren pmaduan katanya..
    Kata “memisahkan hidup” dan “kematian” itu klw dpikir2 sama2 suram tp bisa jd bahagia gara2 ada kata “dari” yg mnyambungknnya wkwkwk (blepotan bhasaku kak -_-)

    intinya ayo donor darah! Hehe

    • Siiip. Tengs apresiasinya. Saya turut dan bertambah bahagia saat tau tulisan ini membuat orang tergerak untuk melakukan kebaikan. Kutunggu tulisanmu, juga sr.fπŸ˜›πŸ˜›πŸ˜›πŸ˜›

  22. Dan lagi…
    Sebuah catatan yang menginspirasi, menggerakkan hati…
    Salah satu rutinitas triwulan yang tak cukup jika hanya diacungi jempol. Saya sangat sepakay dengan judulnya, karena darah kita adalah bisa berarti kehidupan bagi orang lain. Lanjutkan, kak. Insyaa Allaah berkah.

    • Aaamin, makasih yah Anhy. Suatu saat cobacobalah maen ke PMI terdekat. Yakin saya, sekali donor akan ketagihan kamu. Soalnya, donor itu lagi tren jadi gaya hidup. Hehehe

  23. asmaadrianti Says:

    Kuingat pernah ki terlibat percakapan tentang donor darah kak..
    Dan waktu itu, kuingat kita bilang.
    “Justru kalau rutin mendonor darah bisa jadi lebih sehat”.
    Sehat ki selalu kak..

  24. Satu hal yg saya pelajari lagi, berbagi itu menyambung harapan. Barakallahufika kak ma’ruf.

    • Sederhananya seperti itu, kita tidak pernah tahu, darah yang kita donorkan itu akan memperbaiki hidup seseorang, akan menyambung asa dan optimisme. Trima kasih Arifah sudah bikin jejak di tulisan ini. πŸ™

  25. Rismi Darmia Says:

    Pendonor darah kayaknya bisa jadi personal brand nya ini kakak, Keren!

    • Yuhuuu. Rismi juga musti sesekali coba rasakan sensasi donor. Sekali mendonor, pasti ingin lagi. Jalan jalanki ke PMI MaRI keren disana itu di lantai tiga.

  26. Khaerunnisa Says:

    24 tahun ka hidup belum pernah donor..salut bang..!!

  27. Semoga 9 tahunnya selalu dan tetap jalan~menyambung nyawa yang membutuhkan. Aamiinn. Semoga berkah

  28. Dila Derman Says:

    keren kak, cara lain dalam berbagi 😁, saya baru satu kali donor darah, padahal saya memiliki peluang besar untuk berbagi dengan cara donor darah 😟

    • Iyyee, seringseringki donor cantik. Menyehatkan katanya kalo donorki, selain itu membantu maki juga orang yang butuh darah. πŸ’‰πŸ’‰πŸ’‰

  29. Akbar Mappiare Says:

    Hebatki kak, saya baru 4 Kali. Saya sering ditolak kak kalo pergi ke kantor PMI untuk donor.

    • Kita ditolak demi kebaikan kita sendiri. Makanya sekarang2 setiap mau donor, saya sudah prepar dua tiga hari sebelumnya. PMI itu baik, naperhatikan sekali kesehatan pendonor.

  30. Jumardil Says:

    Waahh kaka maruf luar biasa sudah 21 kali donor darah. Saya baru satu kali kodong. Mauka deh juga kayak kita, donor darah jadi gaya hidup. Kerennya itu.

  31. Ulfa Nq Says:

    Sebaik-baik manusia adalah yg memberi manfaat bagi org lain. Terus menginspirasi kak, semoga kebiasaan berbagi jg senantiasa tertanam dlm diri setiap insan. Aamiin.. πŸ™‚

  32. Menginspirasi sekali, kak Ma’ruf!
    Ingin sekali menjadi pendonor darah juga kak, tapi selalu saja tidak memenuhi syarat. Setelah baca tulisan ta, ternyata kalimat “Kurang sekilo ji timbanganku kak :(“, ” Siapja kak, nda bakalan lemas ja nanti”, “Kaaak mau sekali ka donor darah T_T”, merasa berdosaka sudah ucap kan ki kak :”)
    Terimakasih pencerahannya kak πŸ’•

    • Wweeeiiittzz tengs alot Tia, senang sekali saya bila apa yang saya bagikan ada nilainya bagi orang lain. Semangat, kasi naik naikmi sedikit massa ta, bisami itu. Sapa tau mauki ditemani ke PMI MaRI? Bilangbilang nah.

  33. Mutmainna Fil Jannah Says:

    Wah,,inspiring sekali sensei,,sayang sekali saya tak pernah bisa merasakan jadi pendonor. Selamat dan semangat berbagi,,saya yakin setelah membaca tulisan akan ada yg tergerak untuk segera ke PMI. siapapun itu semangat yah ! πŸ™‚

  34. Nuraini Yusuf Says:

    So inspiring kak, jadi mau pergi donor darah 😁

    • Tengs Ain, sesekali kalo sudah memenuhi syarat berdonorlah. Ada bahagia besar seusai donor. Seperti abis melunasi utang.

  35. So inspiring ~
    I do like this sentence “bahagia dgn cara berbagi”. Semoga dpat menularkan jiwa berbaginya kesemua orang kak.

    • Tengs Ivon udah bikin komentar di sini. Aaamin. Ivon sendiri sebenarnya juga sudah sangat menginspirasi adek-adeknya.

  36. Ana' Nalar Says:

    Setetes Darah Untuk Kebaikan πŸ˜€
    #terus berkarya lelakioptimis

  37. Keren, kaks!
    Bergaul satu lingkaran bersama kak Ma’ruf memberi banyak pengaruh baik pada hidup saya. Termasuk mulai melakukan donor darah ^^
    keep inspiring, kakak keren~

  38. Dya Puspitasari Says:

    Karena sekantong darah kita bisa menyelamatkan nyawa seseorang.. Sangat menginspirasi ☺

  39. taufik"06h4"sandi Says:

    Sangt respect dan inspiratif..ingin juga berbagi tapi Sayangnya saya termasuk dalam golongan orang yang tertolak dalam menyumbangkan darah..

  40. FitriaAstuyty Danial Says:

    berbagi memang menyenangkan… πŸ‘πŸ‘

  41. Berbagi samahalnya menabung untuk masa depan πŸ™‚

  42. Inisiatif banget , sastrawan yang relawan

Berkomentarlah yang Santun!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: