Menyelesaikan Masa Lalu

menyelesaikan masa lalu

Di antara banyak sisa masa lalu yang kita tinggalkan, yang masih selalu didebatkan adalah siapa yang paling berhak untuk menerima maaf atau siapa yang paling wajib memohon maaf. Dan tidak ada yang bisa merunut kembali kejadian-kejadian lampau itu, untuk membenarkan diri.

Ego kita menjadi lebih besar di masa sekarang. Bahwa antara aku dan kamu saat ini sama-sama merasa telah memilih jalan terbaik. Dengan sisa masa lalu yang sudah ribuan hari berlalu. Aku hampir lupa kapan aku mulai mengucap maaf atau telah mengulanginya entah berpuluh-puluh kali, karena setiap hari raya selalu ada kesempatan untuk menyebarkan maaf diri dan merendahkan diri pada sesama.

Tetapi selalu saja, sekarang ini yang ribut di dalam pikiran kita adalah soal salah dan benar apa yang telah terjadi. Kedewasaan menipu kita dalam hal ini. Yang justru memperlihatkan bahwa sebenarnya kita sama-sama belum dewasa memyelesaikan masa lalu.

Aku berbesar diri karena menyalahkan ingatan, dan kamu seolah tidak mengenal kata lupa. Aku ingin menyelesaikan masa lalu dengan baik-baik, tidak dengan menyalahkan diri sendiri dan tidak membenarkan diri. Mungkin kita boleh saja sama-sama merasa menang karena telah pernah melakukan hal bersama-sama.

 

Gambar; www.ayomoveon.com

Advertisements

2 Responses to “Menyelesaikan Masa Lalu”

  1. ini seperti saya. memaafkan tapi kadang tidak ikhlas. hahahaha

Berkomentarlah yang Santun!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: