Surat Terbuka untuk Ketum Baru Penalaran

image

Hari ini, bila tidak ada aral melintang, maka Penalaran telah memiliki ketua umum baru. Saya benar-benar tidak tahu apa yang terjadi di luar dari radius pantau penglihatan dan pendengaran secara inderawi. Apalagi sampai bisa menebak siapa yang telah terpilih menjadi ketua umum di Penalaran.

Seperti biasa, saya tidak akan mengucap selamat kepada yang terpilih. Tapi saya mengisyaratkan harap dan semoga yang banyak pada pemimpin baru ini. Hal paling awal yang harus di pahami adalah setiap hasil pemilihan ketua umum dalam Musyawarah Besar Penalaran, tidak akan memuaskan semua pihak yang berkepentingan dalam musyawarah. Fenomena ini adalah dampak dan konsekuensi logis dari dilakukannya sistem pemungutan suara dalam penjaringan kandidat calon ketua umum.

Seorang ketua umum hasil Musyawarah Besar dengan apapun metode keterpilihannya, tidak pernah boleh menyangka untuk bisa diterima oleh semua warga Penalaran. Namun yang semestinya senantiasa dipahami, bahwa keterpilihannya adalah amanah dari dan untuk semua warga Penalaran. Perihal yang saya sampaikan ini bukanlah isyarat adanya indikasi pihak oposisi dalam tubuh besar Penalaran. Perbedaan adalah keniscayaan dalam berorganisasi. Nah, dalam hal seperti inilah ketua mengambil peran urgen mengolah keragaman-keragaman itu menjadi sebuah potensi dan bahan diskusi yang tak berakhir. Bukan malah menjadi bom peretak bangunan kekeluargaan di Penalaran.

Ketua umum terpilih, diterima, tidak diterima atau belum diterima oleh semua, tetap akan mendapat kontrol kekuasaan dan pergerakan. Baik dari arus bawah-junior, arus tengah-pengurus, terlebih arus atas-senior yang seringkali mengalir lebih deras dari arus yang lainnya.

Kontrol dari arus atas-senior, seringkali mudah disalah-tafsirkan. Sehingga, kadang bernada keikut-campur-tanganan senior mengurus dapur kepengurusan. Standar kategori ikut campur tangan memang tidak diatur tegas dalam Pedoman Lembaga Penalaran. Ketidak-tegasan kategori itu, dalam kacamata hukum sangat rentan terbaca sebagai gejala post power syndrome atas senior-senior. Tetapi, dari tinjauan lain, jika semua kontrol dan indikasi ikut campur diperjelas dengan garis tegas dalam konstitusi lembaga, maka ikatan kekeluargaan yang selama ini menjadi sumbu poros hubungan lintas generasi, akan mudah renggang bahkan lepas dari tubuh lembaga ini.

Kepada Ketua Umum Baru LPM Penalaran yang saya harapkan membawa banyak bahan konstruktif organsisasi. Anda tidak perlu tahu semua tentang Penalaran, karena perihal itu tidak akan selesai mungkin sampai satu periode kepengurusan Anda. Yang Anda perlukan adalah Anda tahu apa yang Penalaran butuhkan saat ini untuk menjadi Lembaga Penelitian Mahasiswa yang sejati dan sesuai dengan visi misi organisasi.

Mulailah berhitung tentang perubahan-perubahan dan terobosan-terobosan visioner yang mungkin Anda kerjakan dalam satu masa periode kepengurusan.

Saya sangat berharap, dalam forum rapat kerja nantinya dirundingkan banyak agenda perubahan yang mengarah pada signifikansi pemulihan dan peningkatan kondisi. Coba renungkan peribahasa ini, “lebih baik merencanakan kegagalan, daripada gagal merencanakan”. Saya menyakini, agenda-agenda kebaikan yang telah direncanakan dan dipersiapkan dengan matang namun berbuah kegagalan, itu lebih baik daripada ketakutan-ketakutan yang menyelimuti pikiran kita, sehingga untuk membuat rencana pun kita tak sanggup. Dan disitulah letak kegagalan yang hakiki.

Surat ini tidak berpretensi mengajari anda sebagai ketua umum yang saat ini menjadi pangkal segala urusan di Penalaran. Percayalah dengan prasangka baik. Bahwa saat ini, semua orang yang memiliki kepedulian terhadap Penalaran, sedang bersinergi dengan cara dan sudut pandang terbaiknya sendiri. Prasangka baik akan mengantar kita pada langkah besar untuk menebus spekulasi titik nadir Penalaran di periode yang lalu.

Ingat saja, bahwa setiap masa kerja kepengurusan, absolut memiliki corak warna dan dinamika nya sendiri. Juga kadang nampak seperti gelombang yang bermain amplitudo. Bangkitlah dari titik nadir terendah itu, lalu lampaui puncak gelombang tertinggi sebelumnya. Bukankah pelangi akan merona setelah ada hujan yang mendera bumi sebelumnya.

Langkah Anda memang mungkin baru akan Anda mulai. Corak Anda mungkin baru akan diukir. Dan semoga hujan Anda juga baru saja usai. Sekali lagi lakukan semua ikhtiar Anda atas dasar kebaikan. Hilangkan segala prasangka buruk. Karena hal baik dan buruk berawal dari prasangka yang menggerakkan langkah.

Menjadi pangkal segala urusan mustahil akan terasa berat jika Anda punya pengikut yang loyal terhadap lembaga.  Ketua umum harus punya pengikut dan ketua umum mutlak diikuti. Pengikut adalah buah dari kepercayaan atau trust yang disaksikan. Kepercayaan adalah hal yang dilakukan, bukan diomongkan. Tak ada pengikut tanpa ada rasa percaya pada pemimpinnya. Keprcayaan dapat bertambah subur manakala ada kompetensi dan integritas di dalamnya. Dilakukan dengan tulus dan terus menerus sehingga muncul keintiman di antara pangkal dan semua organ gerak. Lalu timbullah kepercayaan yang tetap kritis antara pemimpin dan pengikut. Bukan hanya loyalitas tanpa batas yang buta garis kritis.

Semoga ketua umum yang baru, mampu menampung harap dari pemerhati Penalaran serupa saya. Karena sejatinya, pemerhati saat ini adalah orang yang pernah mengecap manis buah Penalaran dan tidak pernah lupa betapa rindang dan teduhnya di bawah pohon mangga Rumah Nalar.

Bekerjalah dengan usaha terbaik dan mengatakan, “masa setahun inilah masa kerja berorganisasi terbaik yang pernah saya lakukan dalam hidup”. Yakin, Tuhan tidak sedang bermain dadu menjadikan Anda Ketua Umum di Penalaran. Hebat dan terbang tinggilah Penalaran atas kendali Anda. Semoga selamat sampai akhir.

Tertanda,
@marufmnoor Angkatan 12

Ditulis di Sumentobol, Bumi Dayak Perbatasan. 03 November 2015

Berkomentarlah yang Santun!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s