Yang Belum Kumiliki

yang belum kumiliki

Aku ingin pulang sebelum ada yang ingin mengantarku meninggalkan kehadiran. Yang belum kumiliki adalah keinginan untuk tidak meninggalkanmu. Sampai jauh aku harus menemukan diriku yang paling salah dan bisa mengalasankan sebuah kesengsaraan yang sebenarnya pernah kualami.

Saat yang paling tidak hendak aku bicarakan dengan batinku yang tidak peduli bersama siapa jiwanya berada. Aku tidak ingin lepas dari keinginan menginginkanmu.

Kau tahu, aku tidak merasa pergi sama sekali, sekalipun aku kau tinggal sendiri. Aku selalu menjumpai kepulangan dimana saja saat aku memikirkanmu. Sesederhana itulah kecukupanku atas dirimu. Kebahagiaan yang hanya dipahami oleh hati yang meninggikan harapan atas masa yang akan.

Siapa saja tentu berhak mengangankan kejadian terbaik dalam pengalamannya. Tapi atas dirimu, hanya aku yang paling ingin meniadakan ketakutan pada masa depanmu.

Aku seegois itu membicarakanmu pada maha semesta yang langitnya gelap namun bintangnya selalu lebih kuhitung jari. Sekali kurasa aku berada pada sebuah kehadiran, maka aku secepatnya ingin pulang menemuimu melengkapi bintang.

Kepada siapa saja kamu pada masa depan yang tidak kumiliki saat sekarang. Aku juga selalu siap menjadi tempatmu pulang, pun dalam kehadiranmu yang paling terlambat.

Sanrobone-Takalar, 26 Agustus 2015

 

Gambar; www.kompasiana.com

Berkomentarlah yang Santun!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: