Mengukur Tulisan

mengukur tulisan

Setelah berhenti menulis 30 surat kepada Perempuan Pembaca, saya merasakan kesulitan untuk menulis yang sifatnya mengabarkan. Jujur, saya sangat terbantu ketika saya menulis dimana tulisan itu jelas ada yang akan membacanya dan ada yang akan mengomentarinya.

Saya punya beberapa aktivitas yang rasanya layak untuk saya tulis, namun menjadi begitu bingung kepada siapa saya kabarkan. Lalu menguaplah semuanya perlahan-lahan. Belakangan, saya mencoba mengukur imajinasi dengan cara membuat tulisan fiksi. Ada juga surat imajiner. Tapi, rasanya hambar dan datar karena kemampuan saya menulis fiksi belum sampai pada level “membuat alur cerita yang bagus”.

Selain surat fiksi yang berhasil saya catut masuk ke dalam postingan saya, beberapa draft tulisan fiksi berhenti hanya di satu halaman. Dan draft itu sampai sekarang membeku tak tersentuh lagi. Di situ saya melihat angka untuk tulisan saya sendiri, tak sampai 5 untuk skala 1 sampai 10.

Kemudian, aktivitas blogwalking membawa saya untuk mengunjungi salah satu website penulis yang saya jagokan. Walau, saya belum punya bukunya sebiji pun. Ya website-nya Eka Kurniawan. Tepatnya Eka menyebutnya Journal. Dari situ saya terinspirasi mewarnai blog saya ini dengan tulisan-tulisan yang bercorak “apa yang saya lakukan kemarin”.

Saya bosan terus-terusan disangka galau atau alay oleh orang yang pernah singgah di blog saya. Padahal saya telah memblocking kemungkinan cap itu dengan membuat nama blog yang jelas-jelas “sajak anti galau”. Begini, orang-orang sekarang ini, terutama yang selera sastra dan minat literasinya di bawah angka 4 untuk skala 1 sampai 10, mudah sekali mengasosiasikan antara produk literasi dengan gangguan mental sejenis “galau dan alay”. Semakin hari, galau dan alay semakin berkonotasi buruk, sampai merembes kepada karya-karya sastra yang sebenarnya penulisnya sulit sekali menggali untuk menebitkannya.

Biasanya, pembaca yang selera satranya rendah. (Aah, sepertinya kurang layak menyebutnya pembaca, karena mahluk semacam ini tak nyaman berlama-lama menumbukkan matanya pada huruf-huruf. Gemarnya hanya pada sesuatu yang sifatnya lebih audio-visual). Tak membaca habis satu paragraf sebuah tulisan. Kalau di dalam tulisan itu mengandung majas, maka terhentilah dia dan berkesimpulan bahwa tulisan ini alay. Kalau tulisan itu ditemukan nuansa melankolis, maka disebutnyalah tulisan itu galau. Dan saya termasuk korbannya. Kondisi ini, sedikit-sedikit membuat saya membela diri dengan cara mengorbankan selera. Karena ternyata, lingkungan dapat membentuk selera, saudara-saudara.

Saya yakin ada banyak sekali teman-teman penulis pemula yang pemalu, tidak memposting produk literasinya karena ancaman persepsi ini. Takut disangka galau, takut dikira sedang patah hati, takut dicap menaruh hati diam-diam dan masih banyak ketakutan-ketakutan untuk menulis dan memposting tulisan hanya karena istilah-istilah kekinian yang berkonotasi tidak baik di telinga awam.

Mari, siapapun yang membaca postingan ini, saya mengajak untuk tidak menghiraukan persepsi-persepi di luar sana. Tulisan-tulisan saya memang belum berasa sastra, tapi suatu saat saya akan sampai pada kepercayaan bahwa setiap karya terbaru selalu lebih baik dari karya sebelumnya. Bahwa setiap karya terbaru adalah master piece atas karya-karya sebelumnya.

Gambar; ujungzaman.blogspot.com

 

Advertisements

5 Responses to “Mengukur Tulisan”

  1. memang kata-kata yang bersifat seperti “tidak”, “anti”, “bukan”, “Jangan” atau sejenisnya kadang kurang bisa diterima oleh alam bawah sadar maka dari itu meski ada kata “anti Galau”, tetep saja persepsi orang cuman ada kata “Galau” dan mengabaikan kata “anti”, nice posting 🙂

  2. Auuu’ ahh, geyyapppppp kak… :p Hahaha

  3. Itueehhh, paragraf ke 2 terakhirrr kak… :v

Berkomentarlah yang Santun!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: