Archive for June, 2015

Aku, Lelaki yang Menyakitimu

Posted in Having Fun, Sajak with tags , , , , , , on June 9, 2015 by mr.f

lelaki yang menyakitimu

Hal yang tetiba kusadari sebelum tidurku adalah bahwa aku mengingat salahku pada seseorang, seorang wanita yang kusakiti hatinya. Aku tahu kalau inilah bulan yang baik untuk kembali mengungkap maaf yang selalu tidak tepat pada waktunya. Juni yang hujan dan pipi yang juga selalu dihujani oleh air mata yang kusebab. Oleh karenanya, aku pantas mengaku kalau akulah satu dari sekian orang yang mungkin jahat kepadamu. Aku tahu, kamu dan masa lalumu tidak semudah kayu menjadi abu yang dibakar api. Masa lalumu berubah menjadi bayangan yang hampir selalu ada ketika kamu mulai melihat cahaya menjalar dalam versi gelombang. Kekinianmu menjelma dua wujud yang ada. Kau dan bayanganmu yang tak bisa lagi kau sentuh.

Meski sudah terlampau lama dan teramat sering aku mengulang maaf untuk satu soal yang sama. Aku tidak pernah puas sebelum kau ikhlas menerima kenyataan dengan cara yang bisa kuterima. Aku selalu merasa salah saat mendengar luka masa lalu belum juga sembuh walau sudah kau balut berkali-kali dengan kebahagian yang usaha kau sulam. Aku bukan lagi lelaki yang berpura-pura lupa pada ingatan. Ingatan yang lampau meski sudah tertanam jauh ke dasar penyesalan.

Pada saatnya nanti, maaf yang belum kau pahami ini akan berubah menjadi karmapala  yang jatuh tepat di jantung kehidupanku. Sebelum semua menjadi nyata yang memang wajar, aku datang dengan puncak penyesalan. Aku tidak sanggup lagi menunggu lebaran menerima ucapan maaf yang pseudo darimu. Aku, lelaki yang pernah menyakitimu dengan tidak merendahkan martabat kelaki-lakianku ingin mengakhiri segala sedih luka hati yang kubuat.

Janganlah menganggap aku kejam dan tidak punya perasaan pada wanita. Aku juga adalah korban dari kekurangpahamanku terhadap wanita. Jadi, kekurangpahaman dan pemaafan adalah impas yang mungkin bisa kita sepakati. Walau aku jarang mendengar kau berucap maaf karena kebenaran yang kau yakini, aku selalu tidak merasa keliru mengulang maaf kepadamu. Anggaplah, pada masa itu dan sekarang ini aku tetaplah aku yang dulu, lelaki yang terus menyakitimu.

Aku menawarkan doa yang baik untuk masa depanmu sebelum ulang tahunmu yang tidak kutahu pasti telah yang keberapa. Aku tak pandai lagi mengingat semua tanggal dan tahun orang-orang dekatku. Yang kupahami, Juni adalah bulan yang baik untuk sebuah pengakuan dan pemaafan. Segala yang baik teruslah berputar di lingkar nafasmu, dan segala yang buruk biarlah jauh dari jarakmu.

Kepada wanita yang dulu kusakiti, jangan lagi cemberut mengenang lalumu. Tidak ada masa depan yang sempurna tanpa tempaan masa lalu yang sukar. Jadikanlah abu terbang segala hal yang telah lalu, dan tataplah emas segala apa yang mungkin ada di waktu kelakmu.

Makassar, Juni 2015

 

Gambar; akhdansaladin.wordpress.com