Akan (21)

akan

Surat ke-21 #30surat

Kepada Perempuan Pembaca

Selamat sore,

Surat kedua hari ini. Akan lebih tepat untuk menyapa dengan selamat menjemput senja, tapi sepertinya harimu cukup banyak diresap oleh ruang sempit bersama lembar-lembar kesibukanmu. Subuh, pagi, tengah hari, sore, senja, petang, malam, hingga kelam tak banyak yang bisa membuat perbedaan. Tak banyak yang bisa mengalahkan lelah yang kau sibuki sepanjang waktu.

Karena surat yang lebih dulu mulai berhenti membicarakan masa lalu, maka saya sebisa mungkin mengakhiri misi dengan melukis langit masa depan yang “akan”. Membicarakan “akan” yang tidak saja setinggi langit saya kira, tapi juga “akan” yang lebih operasional. Supaya korespondensi ini tidak hanya menjadi menara gading di blog kita.

Di lusa, salah satu “akan” yang saya lewati adalah mengikuti Kelas Inspirasi Gowa sebagai salah satu relawan pengajar sekolah dasar. Kelas Inspirasi tentu bukan barang baru di telinga kita, apalagi Penalaran seringkali mengadopsi model kelas yang demikian.

Saya pun berpikir demikian, tapi rasanya terlalu angkuh memposisikan diri tahu segalanya. Olehnya saat mengikuti briefing, saya mengosongkan cawan pengetahuan saya sebelum memasuki ruang. Dengan begitu, saya bisa menikmati banyak hal sebagai sesuatu yang baru.

Di kelas nanti, saya akan berhadapan dengan siswa-siswa sekolah dasar. Di jadwal yang disepakati bersama, saya akan mengawali hari menginspirasi itu dengan bercerita soal profesi seorang penulis di hadapan siswa sekolah dasar kelas satu. Kelas yang memelurkan komunikasi yang super interaktif. Karena bila tidak, maka hanya sekejap kelas inspirasi tersebut akan berubah menjadi kelas bernyanyi.

Sejujurnya, profesi penulis adalah profesi yang masih sangat belum tepat untuk saya sandang. Menjadi penulis yang professional memang keinginan saya, tapi saya tidak menyangka secepat ini menyematkan “penulis” sebagai profesi saya. Tentu saya masih menyisakan ruang malu dan ketidakpercayadirian. Apalagi relawan pengajar lain, memang banyak yang sudah betul-betul pekerja professional.

Memikirkan kekurangan selalu menjadi batu penghadang saat ingin melangkah. Saya melihat sesuatu yang lebih substansial dari lakon yang akan saya jalankan itu. Saya menyebut lakon, karena masih banyak hal menjadi kepura-puraan disitu. Tapi tidak mungkin mengatakan saya bukan professional di hadapan bocah SD yang butuh figur itu.

Di kelas nanti, saya membawa misi untuk membuka mata para siswa tentang beragamnya jenis pekerjaan. Mereka harus menerima kenyataan bahwa cita-cita tidak hanya menjadi polisi, dokter, atau pilot. Selain itu, mereka harus paham bahwa seseorang mesti selalu memeluk mimpinya kemana-kemana. Mereka harus berani membangun mimpi sedari awal. Tentu, cita-cita yang baik tidaklah mesti menjadi penulis. Saya hanya akan menceritakan kelebihan dari seorang penulis yang bisa saja akan memantik imajinasinya untuk secepatnya juga memiliki cita-cita.

Sampai di sini, rasanya paragraf-paragraf di atas cukup untuk kau baca sebagai surat ke-21. Saya selalu menunggu surat-suratmu. Dan kita bisa berakhir di surat ke-30 tepat di hari yang kita sepakati.

Makassar, 24 Maret 2015

Tertanda,
Lelaki Optimis

Gambar; www.artflakes.com

Advertisements

2 Responses to “Akan (21)”

  1. #blogwalking

    wooww lama tidak menenggelamkan diri di deretan sajak-sajak anti galau ini, atau mungkin the lost world–begitu header blog ini terpasang.. tiba-tiba saja saya erada di surat ke-21.. hmmmm membuat saya penasaran untuk menjelajahi surat-surat sebelumnya hehehehehe… sepertinya Sang lelaki Optimis kini gemar menjadi penulis surat.. nice to hear that 🙂

    nice post, kak 😉

    • hahaha… senang sekali Pelukis Malam menjenjak di sini. Iyya, dengan menyurat saya merasa selalu ingin mengabarkan disertai dengan sedikit bumbu, hehehe.

Berkomentarlah yang Santun!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: