Bukan Korespondensi Imajiner (15)

korespondensi imajiner

Surat ke-15 #30surat

Teruntuk Irtie Finadh Maricus

Selamat malam

Ini surat pertama yang menyebut namamu. Menjadi saksi bahwa korespondensi yang kita lakoni bukanlah korespondensi imajiner. Surat ke-15 ini saya tulis tepat di hari ke-15 sejak kita memutuskan untuk menerima tantangan menulis setiap hari. Jika mesti jujur, saya telah absen dua hari. Hari ahad dan senin, yakni surat untuk ke-12 dan ke-13. Sedangkan kemarin, saya terlalu ambisi sehingga membagi tiga surat untuk satu hari penulisan. Soal sanksi saya serahkan ke kamu. (cat: saya telah mengubah urutan surat ini, awalnya tertulis 16 lalu menjadi 15)

Seperti yang saya duga di surat yang berjudul “Bila Saya Pulang”, saya akan menemui banyak kesulitan untuk memposting surat di blog. Kemarin malam ada peristiwa lucu, tiga surat yang saya ketik di laptop milik saudara sudah siap untuk saya posting. Sesampai di warnet yang cukup berjarak dari rumah itu, saya lalu membuka file di folder dari flashdisc.

Alangkah kagetnya saat membuka file itu, ternyata file word yang saya copy bukanlah file tiga surat itu, melainkan file soal ujian milik saudara saya. Saya baru menyadarinya, kedua file itu memiliki nama yang sama. Yang berbeda hanya type dokumennya. Ingin sekali saya pulang ke rumah untuk mengambil file itu, tapi settingan warnetnya menggunakan sistem paket. Yang berarti berapapun waktu yang saya gunakan atau tidak saya gunakan, maka saya tetap membayar harga paket yang telah saya pilih.

Beberapa kali saya mengutuk kebodohan yang tidak semestinya dilakukan oleh seorang mantan administrator seperti saya ini. Bahkan sepanjang jalan pulang, di gelap-gelapnya jalanan malam saya tersenyum sendiri di atas motor. Saya sudah berniat akan menuliskan ketololan ini sebagai bagian dari korespondensi kita.

Selain kabar-kabar itu, kau tahu, saya semakin sulit memisahkan antara kau perempuan pembaca dan kau sebagai Irtie Finadh Maricus. Pada bagian lain nanti, tentu pula akan saya tulis sisi keromatisan korespondensi dengan spekulasi yang lebih rapi. Poin ini bukanlah sepenuhnya janji, tapi mungkin serupa keinginan yang lebih besar. Mungkin dalam bentuk sajak atau puisi lirik. Jika kamu pernah mendengar musikalisasi sebuah tulisan berjudul Nurul Arifin yang dibuat oleh seorang pemuda patah hati yang masih satu almamater dengan kita. Maka, di suatu kesempatan yang akan datang, sebuah tulisan dengan judul namamu akan coba saya jadikan musikalisasi. Musikalisasi pertama bagi saya, bila itu benar-benar saya lakukan.

Saya cuma menebak, mungkin juga saat kamu menulis surat, maka ada visualisasi seorang pembaca yang bergantung-gantung di kepala. Itulah yang saya alami sejak kita memulai korespondensi ini. Saya tak kuasa menegaskan fragmen dari tubuh mana yang paling mencolok dan paling sering muncul membayangi saya saat menulis. Itu tentu sepenuhnya kamu. Saya mohon kamu jangan tersinggung dengan hal yang belum pernah kita bahas bersama ini. Saya yakin, ini agak sensitif dan rawan salah tafsir.

Hal lain yang juga ingin saya bagikan adalah tentang judul-judul surat yang telah saya buat. Seluruh judul surat, barulah saya pastikan tepat ketika saya ingin mempostingnya di dasbord admin akun wordpress saya. Saya butuh waktu beberapa detik berpikir tentang judul yang paling tepat dan mewakili isi surat. Ya, semoga semua frase judul yang selama ini saya buat benar-benar mengejewantahkan bagian inti surat. Meskipun saya meyadari tidak semua surat yang saya tulis memiliki fokus. Kebanyakan seperti kismis yang menghamburi seluruh bagian surat. Juga tentu akan terjadi pada surat ke 16 ini.

Surat ini awalnya saya begitu ingin memberinya judul “Bukan Korespondensi Imajiner” dengan fokus penjelasan tentang sosok “kamu” lengkap dengan namamu. Sayangnya, judul itu akan saya letakkan pada momentum surat yang benar-benar fokus atau setidaknya mengambil porsi yang lebih banyak membahas “kamu” yang betul ada dan bukan sosok imajiner. Lalu tentang judul surat ini, akan saya serahkan pada imajinasi yang mengalir nanti saat mempostingnya. Sayangnya, sebelum saya memposting tulisan di blog saya kembali ke paragraf ini cuntuk menambahkan bahwa ternyata judul yang saya pilih adalah judul yang ingin saya tangguhkan di atas.

Tadi sore yang mengecek blogmu yang saya mengira kamu telah membuat surat ke-13. Saya sadar, menunggu bukan hanya soal waktu atau jarak, menunggu itu adalah parameter loyalitas. Simbol kesetiaan yang hakiki. Menunggu tidaklah meluluh terasosiasi dengan dimensi waktu yang ilusi. Saya menikmati masa menunggu dengan berharap penuh. Dan Tuhan masih mengkaruniakan kekuatan kepada kita untuk belajar memahami hubungan yang dibatasi begitu banyak kekurangan.

Soal permintaanmu untuk menyebut namamu di kampung halaman saya, saya kesulitan mengeraskan suara. Secara jasmani dan ruhani telah saya tunaikan keinginanmu itu. Saya kepikiran perihal ini, karena saya tadi menyempatkan membaca ulang suratmu yang entah ke berapa itu. Sepertinya, saat membaca suratmu yang itu, saya kurang melibatkan rasa dan ruang memori yang cukup untuk mencerna dan mengingatnya.

Terima kasih bila sejauh ini, kamu masih memahami segala kekurangan yang ada di perkara korespondensi ini. Kita telah melampaui setengah jalan menuju akhir. Rasanya kita hanya perlu banyak-banyak menulis, bukan hanya soal surat-surat ini. Menulis yang sampai kita telah kehabisan kata-kata untuk dituang di perkamen. Menulis yang terbentur kata berhenti. Menulis apa saja sebagai catatan bahwa kita telah pernah menjadi bagian dari sebuah ruang kehidupan. Menulis yang mencatat dan dicatat oleh masa.

Luwu Utara, 18 Maret 2015

Tertanda,
Lelaki Optimis

Gambar; curusetra.wordpress.com

Advertisements

Berkomentarlah yang Santun!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: