Konspirasi Surat (10)

dunia sophie

Surat ke-10 #30surat

Kepada Perempuan

Sobahul Khaer,

Tidak terlalu lama, serasa baru-baru saja kita memulai surat-suratan ini. Sepertinya kita perlu membicarakan ini, membuat alur yang lebih hidup. Bila kau enggan bertemu langsung, semisal duduk berkongko-kongko membunuh waktu, kita mungkin bisa mengobrol di ruang maya saja. Karena rasanya, melacak dimana letak suaramu begitu butuh usaha yang besar.

Surat menyurat ini perlu menduplikasi model korespondensi para sahabat pena terdahulu. Surat mereka begitu hidup dan beralur misterius. Kau boleh membaca karya-karya Jostein Gaarder, penulis novel filsafat fenomenal Dunia Sophie, lalu karya lainnya seperti Gadis Jeruk dan Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken yang juga berkisah seputar korespondensi yang begitu apik.

Saya punya dua buku terakhir yang saya sebut di atas, sedangkan Dunia Sofie sudah saya baca sejak masih aktif kuliah dulu, dari seorang teman yang punya reading habits. Dan masih ada buku dari penulis yang sama, kalau tidak salah judulnya Dunia Anna, saya tebak mungkin juga akan berisi surat-suratan.

Surat-surat yang kau buat juga semakin rapi. Pengolahan diksimu juga banyak melibatkan kata baru. Kita memang sedang tidak membuat buku. Saya cuma ingin mengajak, supaya surat-surat yang kita buat tidak menimbulkan banyak celaan bilamana suatu tahun nanti kita menyempatkan membuka lembar-lembar surat ini. Bukankah kita adalah manusia pembelajar, bukan binatang yang selalu jatuh pada kesalahan yang sama.

Oh iya, ada hal yang baru saya sadari. Di luar sana, di dunia maya. Ternyata beberapa orang yang saya kenal juga sedang berasyik-masyuk berkirim surat kepada sahabatnya. Bahkan ada yang menamainya dengan surat romantis. Sayangnya, kita bukan sahabat, atau boleh saja saya akan menyebut kita sebagai sahabat pena. Hehehe.

Bila mungkin ada orang yang masih di lingkar Penalaran, tahu tentang korespondensi ini, maka bukan tak mungkin akan mengira kita ada di dalam arus mainstream yang latah. Meskipun saya tak pernah sebelumnya tahu tentang aktivitas surat-suratan mereka. Atau menduga-sangka sedang ada konspirasi di antara kita. Semoga tidak. Walau beberapa hal boleh saja datang tiba-tiba tanpa disangka.

Sekian dulu paragraf-paragraf penjelas di atas. Di surat kesebelas yang juga akan saya buat hari ini, saya akan menarik benang-benang trip Apparalang sebulan lalu. Semoga kamu semakin baik mengatur waktu.

Makassar, 13 Maret 2013

Tertanda,
Lelaki Optimis

Gambar, legoso.wordpress.com

Berkomentarlah yang Santun!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: