Senin Manis (6)

marufmnoor

Surat ke-6 #30surat

Kepada Perempuan Pembaca

Sobahul khaer.

Selamat berhari senin, kepada kamu perempuan pembaca. Bila berdasar dari surat kelima-mu, maka semoga kamu kuat melewati hari ini dan tentunya tidak luput menulis separagraf dua paragraf catatan untuk postingan di blogmu. Bagian pembuka di atas bukanlah termasuk menanggapi surat kelima-mu, karena ada banyak hal sebenarnya bisa saja saya jelaskan sebagai jawaban dari suratmu.

Saya terbiasa menyebut hari senin dengan frase senin-manis. Saya sendiri tidak terlalu baik dalam mendefinisikan sebuah terminologi yang kadang-kadang hanya saya yang mampu memaknainya secara utuh. Termasuk senin-manis itu. Senin-manis sebenarnya sebuah pergeseran bunyi untuk senin-kamis yang menjadi waktu berpuasa sunnah.

Sudah beberapa bulan terakhir, saya jarang terputus senin-kamis. Banyak sekali hal yang rasa-rasanya harus ditahan. Sekaligus banyak sekali hal yang harus ditebus dengan usaha sejenis itu. Bukan hanya soal makan minum. Karena untuk terus berada di jalan kebaikan tidak cukup hanya dengan komitmen. Adalah pembuktian dan penghambaan terus menerus yang akan mampu membawa derajat kemanusiaan kita lebih dekat kepada Tuhan.

Saat ini, ada hal yang butuh pengertian dan kemampuan yang mesti dibijaki untuk ditahan-tahan. Ada ancaman penyesalan di balik sebuah duduk-duduk bermain sosial media. Bukankah, penyesalan adalah dosa paling purba yang pernah diperbuat manusia.

Beberapa pekan yang lalu, saya mengobrol berkualitas dengan seorang kawan yang belum terlalu lama pulang dari Kanada (program pertukaran pemuda). Dia kembali berceritera soal kebiasaan-kebiasaan manusia di Kanada. Banyak sekali perihal yang kami obrolkan. Mungkin di suatu surat nanti akan kecerita lebih panjang perihal-perihal baik itu. Dia melihat begitu signifikan perbedaan pola hidup manusia di sana dengan manusia di Indonesia.

Bahkan dia berani bilang kalau Indonesia saat ini kurang lebih adalah Kanada (Amerika pada umumnya) pada 100 tahun yang lalu. Begitu tertinggalnya jauh kita ke belakang untuk banyak hal. Yang paling nampak adalah soal efektifitas dan efisiensi mengelola waktu. Kita, di Indonesia dan negara ketiga lainnya saat ini begitu candu dan banyak membuang waktu di internet. Manusia-manusia di Amerika dan Eropa justru lebih banyak mengantongi hapenya dan hanya sesekali mengeluarkannya bila betul-betul sedang membutuhkan.

Nah, hal-hal seperti inilah sebenarnya menjadi bagian dari beberapa hal yang mesti dan dengan pandai untuk kita tahan-tahan. Meskipun bermain dan berlama-lama berada di ruang sosial media atau internet adalah sebuah ikhtiar dan bentuk usaha menjadi manusia yang lebih berkualitas dan mungkin untuk mendapatkan hal-hal yang dicita-citakan.

Sudah terlalu banyak artikel dan media yang mengampanyekan penggunaan internet sehat. Namun setiap detiknya juga, provider dan para vendor perusahaan pembuat hape terus memangsa manusia di negara ketiga. Kita berada di paradoks ideologi dan pencarian jati diri yang jauh dari matang dan masih sangat labil.

Surat keenam ini, akan saya cukupkan sampai di sini. Di kesekian kalinya saya mesti berterima kasih kepada kamu perempuan pembaca, pembaca surat-surat ini. Saya sudah terlalu sering menggunakan “kamu” yang imajiner di tulisan-tulisan saya. Menggunakan “kamu” bagi saya, adalah jalan pintas menuju sebuah ide dan menjalarkannya di jemari untuk diketik sebagai sebuah tulisan. Semoga kamu betah berlama-lama di ruang dan waktu seperti ini.

Makassar, 9 Maret 2015

Tertanda, Lelaki Optimis

2 Tanggapan to “Senin Manis (6)”

  1. hehehe, tengs broh atas jejaknya.🙂

  2. selamat hari Senin yang mendung…

Berkomentarlah yang Santun!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: