Kabar Masa Lalu (2)

Komunitas Daeng Blogger

Surat ke-2 dari 30 surat.
Kepada Perempuan Kedua

Sobahunnur,

Saya baru menyadari, saya tak baik mengabarkan kabar tak baik kepadamu, perempuan kedua. Kepada kamu, perempuan kedua, akan saya beri tahu beberapa hal yang saat ini begitu kurapalkan doa sebaik-baiknya. Begitu kuinginkan dunia ini tidak membuat saya berjarak darinya.

Sejak tiga tahun terakhir, saya begitu menggila dengan dunia literasi. Dunia buku, sastra, tulisan, blog, perjalanan dan segala kaitannya dengan catatan. Saya paham, saya hanya menyentuh lapis terluar dari dunia yang kuselami itu. Orang terdahulu sudah peluh berjuang masuk merengsek dan terjun total ke dalam dunia yang berkawan dengan keabadian itu. Karena, dimana ada tulisan disitulah keabadian bertempat.

Termasuk blog ini, yang pada 5 januari lalu, telah berusia tiga tahun. Blog inilah yang sesungguhnya menjadi pengantar langkah menyentuh kulit dunia literasi. Sejak awal 2012 itu, saya mulai belajar menulis aforisme ala Rumi. Bersajak, meniru-niru Kahlil Ghibran. Belajar rima dari buku puisi yang sangat terbatas. Hasilnya, belum pernah saya merasa ada karya saya begitu apik untuk dipublis di ruang umum terlebih untuk dibaca di atas panggung.

Setelah beberapa puluh puisi atau sajak percobaan, maka saya lalu berani mengajak beberapa kawan membuat buku. Dengan tagline yang kala itu saya dengungkan, “jangan mati sebelum menerbitkan buku!” maka bergabunglah beberapa teman dekat dan beberapa adik junior saya di organisasi (yang sekarang menjadi kakak-kakakmu) untuk sama-sama membuat antologi puisi. Tak cukup dua bulan, keinginan itu terwujud.

Sangat bangga rasanya saat itu, ketika saya sempat berkorespondensi dengan beberapa penulis hebat Indonesia. Bahkan, di buku antologi puisi yang berjudul “Risalah Rindu” itu, ada tiga endorsement yang sangat mengharukan hati saya. Ada Aslan Abidin, lalu ada endorsement dari almarhum Ahyar Anwar, dan yang fenomenal adalah catatan panjang yang ditulis langsung oleh Bang A. Fuadi, penulis buku bestseller Negeri 5 Menara.

Kegila-gilaan saya di lapisan dunia literasi belum berhenti disitu. Saya membuat komunitas blogger skala kecil. Awalnya bernama Komunitas Daeng Blogger, isinya kebanyakan blogger pemula. Komunitas ini hanya banyak berceloteh di grup Facebook. Membernya hanya sekitar 60-ana blogger.

Lalu kami latah, kami juga membuat kopi darat. Yang jumlah pesertanya tak pernah lebih dari 20 orang. Saya mulai menyebut kami, karena saat itu banyak sekali inisiatif-inisiatif yang lahir dari anggota komunitas. Komunitas Daeng Blogger terus mengaktualisasi diri, sampai-sampai saya bersama 5 teman dari komunitas diundang untuk menghadiri event tahunan Kopdar Blogger Nusantara yang berskala nasional. Sampai komunitas ini berganti nama dan mulai lintas kampus, komunitas itu tak pernah disepakati punya ketua.

Awal tahun 2014, ketika kamu, perempuan kedua baru mulai membuat blog-mu untuk mengikuti sebuah temu blogger. Di temu blogger itulah Komunitas Daeng Blogger berganti nama menjadi Blogger Kampus. Hadir saat itu lebih 50-an perwakilan blogger dari berbagai kampus di Makassar. Peristiwa ini adalah sebuah kabar gembira yang mungkin sangat layak untuk kau tahu.

Naah, sampai sekarang, saya berusaha merawat hobi dan kegilaan itu. Namun sudah mewujud lain, saya sudah berhenti mengurusi komunitas. Saya sibuk sendiri, membeli buku dan membacanya hanya kadang-kadang ketika saya benar-benar haus dan miskin aktivitas. Lalu menumpuklah puluhan buku yang belum saya baca tuntas. Di antara buku-buku itu, ada sebuah buku yang judulnya menyebut namamu. Suatu saat, saya akan rela meminjamkannya untuk kau baca.

Kamu mungkin merasa tak perlu tahu tentang ini semua. Saya juga tak menyangka, beginilah takdir menuntun saya menceritakan beberapa pengalaman dengan singkat dan belum jelas. Namun, perlu juga saya tegaskan bahwa semua tulisan, pastilah punya pembaca. Semoga surat-surat kepada kakakmu juga semakin panjang dan tidak terpaksa. Beginilah mungkin cara kita mengabari hidup pada sesama. Tetaplah semangat mengisi harimu. Semangat menulis #30surat.

Makaassar, 5 Maret 2015

Tertanda,

Lelaki Optimis

Berkomentarlah yang Santun!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: