Saya (tidak) Baik-Baik Saja (1)

pulau badi

Surat ke-1 dari #30surat

Kepada Perempuan Pertama.

Sobahunnur.

Ini kabar pertama yang akan saya kirim. Saya tidak sedang baik. Tepatnya, tidak semua kondisi saya baik-baik saja. Beberapa perkara memang menjadi takdir untuk memberi warna di sisa-sisa usia. Surat ini akan menjadi surat pertama dari 30 rangkai surat yang saya niatkan. Semoga dimudahkan dan diberi keistiqomahan menyelesaikannya.

Banyak sekali hal yang sebenarnya bisa saya kabarkan. Kali ini saya memulai dari kabar tidak baik yang belum lama ini saya alami. Akhir pekan lalu, yang semestinya saya sudah di daerah, tapi karena rencana ke daerah itu gagal, maka saya secepat membalik telapak tangan memutuskan untuk menjadi fasilitator trip ke pulau, bersama seorang senior yang kuat sekali berjalan jauh. Ya, trip ke pulau.

Sebenarnya, membicarakan trip sangat tidak bagus kalau kita menanyakan tujuan atau manfaat trip. Mungkin, trip itu hanyalah sebuah jawab untuk pertanyaan,”dimana letak kepuasan sejati itu”.

Saya sangat bersuka cita dan begitu rupa menikmati trip di pulau yang diakses selama 2 jam dari Pelabuhan Paotere Makassar. Nama pulaunya, Pulau Badi, kalau tidak keliru, masih termasuk kawasan Spermonde Makassar. Tapi letaknya juga serasa memasuki kepulauan Pangkep. Di situ kadang saya merasa bingung.

Kabar buruknya selain kepuasan dan kulit yang sedikit eksotis karena paparan matahari. Adalah, hape saya yang Asus itu, kemasukan air saat mengambil gambar di bawah air. Hape saya dipakai sampai lobet total, kurang lebih 2 jam lah di bawah air. Ada puluhan foto underwater yang super keren. Sayangnya, semua foto underwater itu tersimpan di micro sd, yang ternyata rusak setelah terkena air laut. Lalu, di situ kadang saya merasa sedih.

Hape saya masih nyalah. Cuma ada beberapa kerusakan, termasuk soket charger, speaker, headset, dan slot memori. Tidak terlalu buruk untuk disyukuri, karena bagaimanapun sampai sekarang semestinya tiada yang lebih baik untuk diucapkan selain “Alhamdulillah alaa kulli haal”. Untuk teman-teman trip yang sudah sepenuh daya dan upaya berpose ria di bawah air, maafkan saya atas kejadian ini.

Kusampaikan ini semoga ada nilai dan pelajaran yang bisa diambil disitu. Untuk perempuan pertama, semoga tulisan ini membuat kamu mengerti arti sebuah kekosongan dan kehilangan.

Makassar, 4 Maret 2015

Tertanda,

Lelaki Optimis

Gambar; twitter @saputraerwin

Advertisements

Berkomentarlah yang Santun!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: