Aib Diri

?????????????

Setelah dua bulan tak pernah mengabari di blog. Saya coba menulis hasil kontemplasi yang sama sekali tidak berniat mengajari. Tulisan semacam ini hanya bermaksud mengikat pikiran yang selalu mengalami loncatan tak terkira.

Ada banyak sekali yang ingin saya tulis di sini. Tapi keinginan menulis itu selalu kalah oleh kemampuan yang masih belum seberapa. Kali ini, poin besar yang ingin saya urai adalah soal aib. Kata ini sering sekali menjadi pemicu masalah dalam hidup. Baik di kehidupan sosial maupun di alam percakapan diri pribadi.

Hidup kita tak pernah lolos dari aib. Aib diri sendiri. Semakin lama kita menghembus nafas, sepertinya semakin banyak pula jumlah aib yang harus kita tutupi. Mengapa harus ditutupi? Karena naluri manusia sejujurnya selalu mencari aman. Sekiranya manusia tak punya usaha menutup aib, maka manusia akan hidup hanya mengurus aib.

Anjuran agama, aib diri sebaiknya hanya dibuka di hadapan Tuhan. Mungkin saat malam gulita dan di sepi yang tak bertepi. Atau saat hari pengadilan yang seadil-seadilnya di akhirat kekal nanti.

Aib diri yang sudah kepalang terbuka adalah sebuah alamatulkhoir, pertanda kebaikan. Di situlah usaha untuk introspeksi dan memperbaiki diri juga terbuka lebar. Tak pernah mudah menerima aib yang terbuka, hanya hati yang lapanglah yang sanggup menganggapnya peluang untuk berbenah.

Sebaik-baiknya aib adalah aib yang tertutupi. Seburuk-buruknya teman adalah teman yang membuka aib temannya di tempat yang tidak selayaknya. Semakin aib terbuka, semakin banyak kemungkinan aib yang lain ikut terbuka.

Aib kita, banyak sekali. Cara terbaik melihatnya adalah hanya dari dalam diri sendiri. Karena sangat tidak mudah mendengar aib kita dari bibir orang lain. Usaha pembenaran dan mempertahankan diri akan muncul sebagai tindakan awal saat menanggapinya.

Semoga kita selalu diberi kekuatan untuk menutup aib dan terlebih lagi, semoga kita senantiasa diberi jalan untuk terhindar melakukan aib.

Makassar, 10 Februari 2015

gambar; blessinglucky.blogspot.com

 

Advertisements

Berkomentarlah yang Santun!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: