Senja Terakhir

senja terakhir

Senjaku kelabu,
namun kulihat warna jambu di seluruh penjuru
Akhirku di ujung tanduk,
di sela ucapan hati yang mengalir.

Senjaku tak kulihat lagi
tertutup tudung langit yang mendung.
Inilah akhirku.
Prosesi pembeda dua dunia.
Garis tipis yang memulai dan mengakhiri.
Mautku menjemput.

Senja terakhirku,
aku datang memeluk takdir.
Menyempurnakan hidup.

Kutitip dunia yang kugarap lama.
Kubekaskan tinta peradaban di ubin tua.
Kusisakan yang baik tanpa pamrih.
Kuwariskan banyak ilmu di seribu lapis generasi.
Kuwasiatkan kebenaran.
Kukecam kebodohan.

Jenguklah aku di telapak doa.
Sembari duduk bersila mengadap wajah ilahi.
Aku di situ.
Di persinggahan dunia lain.
Menanti banyak sekali amal jariyah.
Menanti kebaikan dari seluruh yang kutinggalkan.

Di senja terakhir.
Janganlah sedih menutup hari.
Aku bersuka menatap malam.
Aku bersiap kembali pulang.

Ungkapan belasungkawa untuk kepergian Kakek Terhormat, Sang Imam sepanjang masa. Segera setelah mendengar kabar duka. 11/12/14

Gambar; melindayunida-sciencethree-duablas.blogspot.com

Advertisements

Berkomentarlah yang Santun!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: