Isyarat Langkah

Isyarat Langkah

Ada keseriusan pada tema percakapan bayanganku sendiri di penghujung malam yang gerimis itu. Percakapan yang mendialogkan masa depan dengan khayalanku seorang diri. Suasana penuh keasingan dan teror dari banyak penjuru. Suasana yang mempersoalkan caraku menjadi bahagia -sendiri. Tidak ada tirai yang membentang. Tak ada batas dimensi ruang.

Kegelisahan-kegelisahan itulah yang lalu berani meloncat kesana-kesini di kehidupan yang sebenarnya. Kehidupan yang penuh absurditas. Kehidupan yang menolak rencana-rencana manis dan terbumbu rapi.

Percakapan bayangan itu pulalah yang pada akhirnya menjadi meriam yang akan menghentak tembok-tembok persoalan. Lalu kuyakini akan mampu menembus jantung kebodohan dan kesia-siaan. Merobek sensor ketidakpekaan dan egoisme sosial. Sungguh hanya sisi spiritualitaslah yang membuatnya terang-benderang seperti cahaya lampu senter yang menemukan ruang gelap yang geram diserang ketakutan.

Dalam ketidaksudahan tanpa penjelasan makna, seorang diri dalam sepi adalah tempat menatap dan mencari setitik berkas cahaya yang tertelan oleh kebisingan dan ketidakpedulian. Siapapun dalam sepi dan gerimis di tengah malam, akan menemukan dirinya sendiri memeluk mimpi. Akan meresapi setitik demi setitik darah mendidih yang mengaliri harapan hidupnya.

Siapapun dia yang masih menyisakan sedikit takdir dalam kenyataan hidupnya, maka dia layak menundukan dirinya, memulai percakapan dengan bayangan sendiri. Seperlunya akan berakhir menjadi kristal bening tanpa muara.

Bayangan diri sendiri bisa saja adalah masa depan yang menyublim dan memberi isyarat langkah. Mengingatkan tantangan. Mengingatkan kesalahan masa lampau yang terlanjur. Mengingatkan seperti apa wujud diri ini dalam bayangan.

Setiap kita, tak pernah terlalu gagal  dan terlambat membincangkan itu semua. Pada diri kita sendiri. Pada dingin sepi malam di musim penghujan yang baru saja tiba ini. Aku, kamu, dan siapa saja yang ingin mengenal mimpi dan sedikit meratapi punggung dosa-dosa, maka sering-seringlah bercakap dengan bayanganmu sendiri.

Gambar;  videohive.net

Berkomentarlah yang Santun!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: