Perempuan di Sudut Senja

kacamata

***

Setelah sekian lama kau duduk di sana. Merindukan dirinya pulang. Kaulah perempuan yang bertaruh dengan keyakinan. Menunggu bersama ragunya kepastian.

Demi rasa yang kau genggam erat di belakang lensa kacamatamu. Akan kau sembunyikan dimana malu-malu yang merona di wajah mungilmu itu? Perempuan yang tegar dalam badai penantian.

Kaulah perempuan yang tidak melayu meski angin membawa hawa jenuh. Sudah berapa lembar kertas hening yang kau baca untuk mengerti sebuah isyarat diam. Karena hanya kaulah yang memahami pertautan jiwamu sendiri terhadap dunia yang kau hadapi.

Kepada malam yang kau lewatkan dingin-dinginnya. Bersama pengharapan yang terawat di dinding-dinding hatimu. Kaulah perempuan yang rela lama menahan air mata. Demi apa saja yang menjadi pemecah kegalauanmu.

Di sudut senja harimu yang berisi kesibukan. Kaulah perempuan yang tetap teduh di sisi-sisi bulan yang semakin temaram. Kaulah perempuan yang menunggu tanpa ada yang tahu.

***

Rumah Nalar, 1 Oktober 2014

Gambar: favim.com

Advertisements

Berkomentarlah yang Santun!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: