Muraqabah

Muraqabah

Dunia menyempurnakan dirinya dengan tipuan. Terbungkus tameng-tameng kebahagiaan yang semu. Manusia luluh dan tunduk pada kemauan yang buta. Buta pada sebuah kuasa yang tak terdefinisi. Sejak kita mengenal cahaya. Saat kita mendengar suara. Saat kita memahami tanda. Kita sudah dikuasai dunia.

Dunia mengontrol dan mengikat kita. Sampai kita kembali menyadari, bahwa kita dalam dekap Zat Yang Kuasa. Pelarian kita dari pengawasan hanyalah menekan fitrah yang suci. Perasaan percaya diri dan agnostik adalah sampah membusuki dan menutupi nurani.

Mari kembali dan muraqabah, sampai di mana perasaan kita terbebas dari mata Tuhan. Sampai di mana nafas kita longgar tanpa karunia Ilahi. Kita benar-benar dipantau Tuhan. Kita tak berjarak dari Tuhan ketika kita sendiri merasakannya. Kita tak berjarak dari Tuhan walaupun kita tak merasakannya.

Tuhan tidak hanya dinyakini. Tuhan mesti dirasakan keberadaan.

Bone-Bone, 25 Juli 2014

Gambar: pontren-nurulhuda.com

Advertisements

Berkomentarlah yang Santun!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: