Lelaki Pelupa

haha

Ada bagian yang lupa aku ceritakan saat temu terakhir kita di persimpangan jalan. Sekalian aku juga lupa memberimu sesuatu yang kuanggap baik untuk kau miliki. Aku memang lelaki pelupa. Pernah ku tahu banyak hal tentang sebuah hubungan. Tapi aku lupa menawarkannya padamu.

Aku lelaki pelupa. Gampang melupa tak gampang berpindah. Sekali kupijak kebenaran, pantang hati untuk berbalik. Sekali aku menolak, seumur hidup tak akan menyesal. Sekali aku melupa, tak mudah lagi menggali cerita.

Pernah aku berpura-pura lupa di depanmu. Untuk menyenangkanmu. Demi kebaikan. Sejujurnya, aku tak mudah melupa. Pada banyak bagian terbaik, aku kuat menyimpannya. Mungkin hingga mati tak akan kulupa. Aku hanya ingin, sesekali kau berbagi tentang hal-hal yang kau anggap aku lupa.

Membicarakan romantisme masa lalu, memang butuh bumbu yang menguatkan rasa. Aku berkorban untuk itu. Atas nama kebaikan, aku menjadi lelaki pelupa. Aku tidak sedang membenarkan kebaikan yang kusulam berbulan-bulan, atau bertahun-tahun. Aku sedang mengurai kekusutan prahara cinta beda perspektif ini.

Aku di pihakmu saat kau berkisah. Tapi tak mudah menempelkan dirimu di sisiku saat aku yang beralasan. Kita setia pada perspektif kita masing-masing. Tak mau sedikit lupa pada ingatan yang sebaiknya di buang saja.

Sedikit lagi, surat-surat yang tak terbaca ini akan berakhir. Pada saatnya nanti, aku tak perlu beralasan lagi. Aku punya bukti, hingga aku tak mesti lagi ber-apologi.

Gambar: hd4desktop.com

Advertisements

Berkomentarlah yang Santun!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: