Archive for July, 2014

Takdir Itu Banyak!

Posted in Blogger Kampus, Penalaran with tags , , , , , on July 11, 2014 by mr.f

semut-hitam

Sepertinya keliru, ketika kita hanya menyebut bahwa jodoh, rezeki, dan mati ada di tangan Tuhan. Kita awam dengan tiga perihal tersebut, lalu menjadi sedikit abai pada soal kehidupan yang lain. Kita luput untuk menjawab bahwa segala soal hidup, jawabannya adalah takdir Tuhan.

Kebesaran Tuhan tidak dalam batasan kata yang sangat material. Definisi atas kebesaran Tuhan itu justru kadang membuat kita sempit memaknai kuasa dan kebesaran Tuhan yang kita imani. Dalam banyak pandangan dan aliran Islam, tak satupun yang mau membatasi kebesaran Tuhan.

Semestinya kita mengerti, kita dalam jangkauan tangan Tuhan. Tapi tidak berarti tangan kita terbelenggu untuk berbuat amalan. Kita dalam jangkauan, namun kita punya kendali untuk bergerak melintasi zona-zona yang Tuhan telah orbitkan.

Kita punya energi untuk melompat dari takdir yang satu ke takdir yang lain. Tapi kita tidak punya kuasa untuk kembali ke takdir yang lampau. Usaha kita ke depan, doa kita menyempurnakan yang telah kita kerjakan. Usaha kita disetir hasrat, pahala kita digantung atas niat.

Kepada langkah-langkah yang sudah kita jejakkan, tiada upaya untuk kembali ke sana. Setiap kita punya masa lalu, dan dilapangkan untuk memohon maaf. Setipa kita punya harapan untuk baik di masa depan, Tuhan meluangkan kita untuk mengirim doa sebanyak mungkin.

Ketika kita percaya dan melakukan, kita sudah mendekat pada takdir yang kita inginkan. Tapi, jangan lupakan satu perkara bernama keberuntungan yang sering salah kita tafsirkan sebagai perpanjangan tangan Tuhan tanpa gesekan usaha kita. Kita akan menemukan reaksi atas banyak aksi yang mungkin telah dan akan kita lakukan.

Kembalinya kita kepada kesadaran atas kuasa Tuhan adalah bentuk keyakinan tertinggi dalam hidup. Sehingga kita tidak lagi menyandarkan diri pada takdir yang kita sebut keberuntungan. Kita tidak perlu lagi pasrah tanpa usaha. Kita mesti percaya diri, bahwa Tuhan akan memeluk mimpi yang kita usahakan. Tuhan itu baik!

Gambar: melviyendra.com

Lelaki Pelupa

Posted in Sajak with tags , , , , on July 11, 2014 by mr.f

haha

Ada bagian yang lupa aku ceritakan saat temu terakhir kita di persimpangan jalan. Sekalian aku juga lupa memberimu sesuatu yang kuanggap baik untuk kau miliki. Aku memang lelaki pelupa. Pernah ku tahu banyak hal tentang sebuah hubungan. Tapi aku lupa menawarkannya padamu.

Aku lelaki pelupa. Gampang melupa tak gampang berpindah. Sekali kupijak kebenaran, pantang hati untuk berbalik. Sekali aku menolak, seumur hidup tak akan menyesal. Sekali aku melupa, tak mudah lagi menggali cerita.

Pernah aku berpura-pura lupa di depanmu. Untuk menyenangkanmu. Demi kebaikan. Sejujurnya, aku tak mudah melupa. Pada banyak bagian terbaik, aku kuat menyimpannya. Mungkin hingga mati tak akan kulupa. Aku hanya ingin, sesekali kau berbagi tentang hal-hal yang kau anggap aku lupa.

Membicarakan romantisme masa lalu, memang butuh bumbu yang menguatkan rasa. Aku berkorban untuk itu. Atas nama kebaikan, aku menjadi lelaki pelupa. Aku tidak sedang membenarkan kebaikan yang kusulam berbulan-bulan, atau bertahun-tahun. Aku sedang mengurai kekusutan prahara cinta beda perspektif ini.

Aku di pihakmu saat kau berkisah. Tapi tak mudah menempelkan dirimu di sisiku saat aku yang beralasan. Kita setia pada perspektif kita masing-masing. Tak mau sedikit lupa pada ingatan yang sebaiknya di buang saja.

Sedikit lagi, surat-surat yang tak terbaca ini akan berakhir. Pada saatnya nanti, aku tak perlu beralasan lagi. Aku punya bukti, hingga aku tak mesti lagi ber-apologi.

Gambar: hd4desktop.com

Beratap Langit

Posted in Blogger Kampus, Sajak with tags , , , , on July 11, 2014 by mr.f

atjehpost

***

Aku tertidur di siang yang mendung.
Di balut gelap runtuhan awan.
Aku bermimpi bertemu malaikat.
Diciuminya pipi dan keningku.
Aku berontak menahan diri.
Aku tak tahu itu malaikat.
Tak kupahami sedikit pun cirinya.
Mewujud dalam jelma yang tak kusangka.
Aku bertemu malaikat!

Aku kecewa pada mimpi di siang itu.
Tersembunyinya banyak hal yang mesti kutafsir.
Aku dicium dari arah tak tertebak.
Seketika dan samar-samar.
Mimpi selalu begitu.
Apalagi saat langit sedang mendung.
Ada lagi yang nyaris kuingat.
Suara dari malaikat.
Serasa awam dan sering kudengar.

Aku tertidur di siang mendung.
Saat malaikat datang mendekat.
Kini kupaham apa malaikat itu.
Dia hujan yang menghanyutkan di tepian tidur.
Suaranya adalah gemuruh yang menyertainya.
Aku basah separuh wajah.
Aku tertidur beratap langit!

***

Tamuku, 11 Juli 2014

Gambar: atjehpost.com