Baur

the lost word

Semakin sulit saja mengantarkan kalimat-kalimat ini pada penjelasan yang lebih realistis. Pembeda bilik cerita khayal dengan kondisi real kian samar. Kubayangkan, mungkin teman-teman yang membaca beberapa tulisan di blog ini akan muak atau jemuh pada diksi-diksi yang berulang.

Sajak-sajak, berbaur dengan pertumpahan kegelisahan-kegelisahan batin. Sejatinya, pergulatan hati yang membatu itu tertuang dalam butir-butir puisi yang indah. Tercairkan oleh sepatah-kata yang bermakna dan tercerna oleh pembaca.

Sayangnya, tidak semua kegelisahan itu layak untuk dikisahkan secara jujur dan terbuka kepada orang selain subjek itu sendiri. Ada bumbu-bumbu dramatis yang sengaja ditaburi pada kondisi yang sebenarnya. Sekarang, alur kisah itu menjadi hancur dan tak tertebak. Mengalir begitu saja, mengikuti ke mana imajinasi mempermainkan kenyataan.

Makassar, 4 Mei 2014

Advertisements

Berkomentarlah yang Santun!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: