Merampungkan Surat

merampungkan surat

***

Aku berulang kali menulis surat. Mengawalinya dengan kata “dear”. Selalu gagal, karena aku diserang gugup dan menjadi bisu. Aku mencoba, menuliskannya tanpa namamu di awal suratku. Tapi menjadi mustahil tanpa membayangkanmu, sementara aku sedang ingin berbicara denganmu lewat diriku sendiri.

Jangan-jangan kamu telah menjadi “aku”yang aku pikirkan. Salahku, karena aku tak pernah terbuka tentang kamu kepada dirimu. Aku tertutup untuk memberitahumu seperti apa kamu di bilik hatiku. Aku merahasiakannya, karena aku melihat kamu mampu tersenyum tanpa “penjelasan” itu. Bagiku, saat kau tersenyum, sudah tak penting lagi perihal lain yang kusimpan rapat-rapat bersama diam.

Aku tak berani mengatakan aku bertepuk sebelah tangan tentang kamu. Hanya, selalu kuanggap aku juga ada di antara faktor-faktor kebahagianmu. Aku cukup percaya diri soal itu. Aku dan kamu dalam satu gelombang senyum, itu seolah jadi isyarat.

Di masa-masa yang kau sebut menunggu ini. Aku juga mengumpulkan faktor-faktor kebahagian lain yang masih tercecer di barisan waktu. Sejatinya aku tak perlu kecewa, bila benar aku adalah sebelah tangan yang tak kau tepuk. Akan kuletakkan di dada, dan merasa bahagia bila juga akhirnya kau bahagia.

Waktu tak perlu jadi jurang yang memisahkan, karena kita sekarang melintasinya. Lain waktu ketika kamu tak perlu lagi menunggu,bukan surat yang aku rampungkan. Melainkan sebuah buku kecil yang namamu dan namaku menjadi sah untuk hidup bersama, selamanya.

***

Sangatta, 15 April 2014

Gambar : lovegreeny.wordpress.com

7 Tanggapan to “Merampungkan Surat”

  1. tsssah, suit…suit.. pritttt (pake peluit) ku suka kalau begini tulisanta kak😀

Berkomentarlah yang Santun!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: