Mandi Pantai

Supaya tidak hanya menjadi sampah visual, maka sepertinya lebih baik, beberapa gambar pada kejadian hampir sebulan lalu saya posting di blog.

Tepatnya, 9 maret, hari itu hampir dua minggu saya berada di Kota Daeng, dan belum mengambil keputusan yang tegas tentang langkah. Maka, kukonfrontasi sepupuh yang ada di kosan adik kandung saya untuk pergi “mandi pantai”.

Saya punya pantai favorit yang tak jauh dari Kota Makassar, meskipun sebenarnya melintasi hampir dua kabupaten. Jarak tempuhnya cuma sekitar sejam setengah.

IMG_20140309_113312

IMG_20140309_113900

punaga

Namanya Pantai Punaga, letaknya di Kabupaten Takalar. Ini untuk ketiga kalinya saya ke pantai ini. Saya senang bermain dan melompat dari batu besar yang menjorok ke laut. Tidak terlalu banyak orang yang datang, mungkin karena letaknya yang agak tersembunyi. Namun, seolah membenarkan istilah, yang tersembunyi itu biasanya yang terindah.

Di pantai ini terdapat vila yang bisa disewa. Mungkin sudah banyak blog yang menceritakan pantai ini, saya juga lupa berapa tarif untuk menginap di vila ini.

pantai punaga

pantai punaga 2

Karena letaknya yang agak jauh dari pemukiman warga, di sini tidak ada warung. Makanya, sebelum berangkat dari Makassar, saya bikin bekal dulu seadanya. Hahaha, mie coto makassar yang berubah menjadi serupa mie goreng, ditambah telur mata sapi, segenggam nasi putih. Oh iyyaa, ada lagi satu, pisang goreng kambeng-kambeng.

Setelah puas bermain air dan foto sana-sini, kami berhenti dan berganti pakaian, lalu sholat jamaah di pendopo yang ada di tepi pantai. Nah setelah itu, barulah kami membuka bekal sederhana.

pantai punaga 3

pantai punaga 4

ma'ruf bersaudara

Rupanya, bekal sederhana itu menjadi makanan yang sangat istimewa di sana, tak disangka, rasanya berubah menjadi begitu nikmat. Disantap dalam kondisi cukup lapar, angin pantai yang menampar-nampar, dan makan beralas daun. Slurrppp.

Adek-adek ini, belum mau pulang. Lalu kuajak lagi melanjutkan langkah, ke PPLH Puntondo. Cukup melelahkan juga untuk sampai ke sana. Jalannya sedikit rusak, dan membuat tubuh bergetar di atas motor.

PPLH Puntondo

PPLH Puntondo 2

puntondo

Ke Puntondo ini juga adalah ketiga kalinya, terakhir tahun 2010. Belum terlalu banyak yang berubah. Semua masih nampak alami. Tempat yang paling kusenangi adalah di bagian biota laut. Petugasnya bilang, biota laut boleh di foto tapi tidak boleh dibawa pulang. Namun, tak satupun biota laut yang kutemui di sana, kecuali ikan-ikan kecil yang terperangkap di karang karena air surut.

Setelah sholat ashar di musholla Puntondo, kami bertolak kembali ke Makassar dan pulang membawa kepuasan tersendiri.

Advertisements

Berkomentarlah yang Santun!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: