Puisi Perpisahan

Art_Decoration196_151112221115_ll.jpg

~oOo~

Bukan sekali saya diminta merangkai bait-bait perpisahan. Semuanya tak pernah kuindahkan. Sekalipun tak pernah. Jika bukan dari nasibku sendiri. Perpisahan orang lain teramat sulit kubayangkan.

Rasa-rasanya tulisan pendek-pendek hasil lompatan berpikir itu akan sulit dipahami jiwa lain. Terlalu personal. Pemaknaannya tak lain adalah penafsiran saya sendiri terhadap kebebasan berekpresi. Tanpa ada dasar ilmiah yang akan membenarkannya.

Semalam yang lalu. Coba kuminta dari seorang adik perempuan menulis pendek-pendek. Mengandaikannya sedang menghadapi persiapan perpisahan. Tak kurang diksinya seperti ini ;

Di bawah sinar rembulan Maret yang cerah aku termenung,
membuka lembar demi lembar kisah masa lalu
Nostalgia penyayat hati katamu.

Apa yang salah dengan masa lalu?
Ini hanya segelintir kisah yang kelak akan aku kenang
meski terkadang menyedihkan.

Jangan menyalahkan pertemuan
Dan jangan pernah menyesali perpisahan
Karena dengan pertemuan aku mengenalmu
dan karena perpisahan aku mengenangmu.

Susah kuraba maknanya. Akumulasi pengalaman batinnya terurai begitu saja. Memang tak begitu lama saya menunggu adik itu menyelesaikannya. Dikirimnya bait demi bait di ruang percakapan facebook. Hingga dia lupa bahwa bulan telah tertelan gelap malam.

Lalu sekarang kucoba meretas perasaanku sendiri yang masih enigmatis ini. Entah kepada siapa. Mungkin pada masa lalu. Kupikir sudah terlalu banyak yang harus kusalami sem sebuah bayangan hari depan yang lebih baik.

Jiwa ini masih bersarang di sana
Bersama setumpuk cerita dan segudang lamunan.

Jiwa ini tak hendak pergi
jika bukan urusan mimpi.

Entah di mana kudapati diri seperti ini (lagi)
Dalam gelimang cinta dan ketulusan.

Kupercaya takdir untuk kebaikan da keburukan
Kuperaya pula perpisahan bukanlah keburukan.

Dunia terlalu miskin jika hanya diisi
aku, kamu, dan kalian.
Hidup butuh dia dan mereka.

Jika Tuhan berkenan menentukan takdir untuk kita
Maka tentu pertemuan akan mengakhiri perpisahan.

Mari berjalan dan terus berubah
Kehidupan kita ditandai oleh langkah-langkah
Maju-mundur atau melaju.

~oOo~

Makassar, 19 Maret 2014

Gambar : www.dinomarket.com

Advertisements

2 Responses to “Puisi Perpisahan”

  1. tsssah, dan baruka bacaki hampir semua tulisanta tahun ini kak 😀

Berkomentarlah yang Santun!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: