Kekasih (Sepasang Kaki)

sepasang kaki

***

Kekasih…

Kisah kita seperti sepasang kaki. Satu berdiam diri. Menjadi kaki kiri. Di belakang. Tapi tidak terlalu jauh. Cukup tau bahwa satu kaki lagi melangkah maju. Mengambil jarak. Lalu bersiap berganti posisi.

Kekasih…

Sepasang kaki memang tak pernah sepersis satu sama lainnya. Sempurna pada penciptaannya. Yang kutau sepasang kaki adalah saling melengkapi.

Kekasih…

Maafkan aku telah mengandai menjadi kanan. Dan mengharap kamu setia menjadi kiri. Aku percaya agama. Bahwa kanan dan kiri tak sesempit makna dan persepsinya.

Kekasih…

Aku terlanjur yakin. Bahwa akulah yang akan memulai dari kanan dan kamu menyempurnakannya di sisi lain. Sebuah kebaikan. Keberanian menunaikan sebuah seruan.

Kekasih…

Kubiarkan kau di pihak kiri menanti peristiwa yang memang pantas untuk ditagih. Sementara aku memantaskan diri. Kuharap kau tak pernah merasa sepi.

Kekasih…

Sepasang kaki layak saling menunggu. Semoga kau tak jenuh. Karena waktu senang berkawan ragu. Maka sepasang kaki tak boleh candu kepada jauh.

Kekasih…

Pada tempat yang tepat sepasang kaki akan berhenti pada garis yang rapi dan sejajar. Tak mengenal depan dan belakang. Hingga isyarat menuntun langkah pada jalan yang baru.

Kekasih…

Sepasang kaki itu bukanlah sepasang langkah yang ditaburi janji. Sepasang kaki itu adalah sepasang kekasih yang saling mengisi dan mengerti posisi. Sepasang kaki itu meresapi kondisi. Tahu arti dan tidak senang mendahului.

***

Ruang PAS Dua Digit, 04 Maret 2014

Gambar : http://minud.blogspot.com/

Advertisements

Berkomentarlah yang Santun!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: