Mengunci Peluang

??????????

Bagian kedua dari tulisan sebelumnya.

Di penghujung tahun 2013 lalu, tepatnya di awal bulan Desember. Saya mengunci satu peluang untuk melakukan perjalanan melintasi empat pulau besar, yakni Jawa, Bali, Lombok, dan Sumbawa menggunakan kendaran roda dua – motor. Kebetulannya adalah saya dan kawan seperjalanan saya sama-sama sedang berada di Kampung Inggris, Pare – Kediri, waktu itu.

Dikaruniai kebetulan, seperti potongan-potongan puzzle yang saling melengkapi. Ada jiwa yang diberi keberanian yang lebih, ada perasaan yang selalu diliputi penasaran, ada kenekatan yang sama.

Pada awalnya, tugas kita adalah bersosialisasi dan saling berinteraksi. Keinginan bertualangan dengan motor lalu mencuat. Saya berbagi cerita ketika beberapa tahun yang lalu melintasi pulau-pualu di Indoenesia bagian barat, juga tentang penasaran saya atas Pulau Dewata.

Kami lalu menyusun agenda, menyusaikan dengan jadwal-jadwal penting, menetapkan tanggal dimulainya perjalanan. 1 Desember, kami sepakat untuk berangkat. Masa tenggat dormy saya berakhir di tanggal 26 November. Saya menghadap ke office dan manager dormy untuk diberi kompensasi tinggal hingga tanggal 1 Desember.

Namun ada kebetulan yang kurang tepat, program di Elfast belum berakhir. Jika saya berangkat tanggal 1 desember, itu artinya saya tidak akan mengikuti final exam dari program terakhir saya yakni program writing dan translation.

Kadang-kadang letak kekeliruan kita adalah saat mendefinisikan kebetulan, yang padahal disitulah sebenarnya rencana Tuhan sedang mengambil peran. Saya telah menarik keputusan. Meninggalkan Pare sebelum program kursus berakhir, mengemasi semua barang bawaan sebagai kesan bahwa saya benar-benar telah pulang.

Ada gerutu sebelum itu, bahwa bukan ide yang baik untuk membawa seluruh barang di perjalanan motor ini. Sebagian pakaian dan buku-buku harus saya titip dulu di tempat yang nantinya bisa langsung saya singgahi ketika petualangan selesai menuju Surabaya. Saya tak berani mengatakan ini kebetulan, inilah buah kerja, saya menitipkan barang-barang itu di rumah teman dormy yang sudah lebih dulu pulang di daerah Pandaan.

5 Tanggapan to “Mengunci Peluang”

  1. rencanakan lagi!
    wah beruntung bisa touring empat pulau.
    so envy!

Berkomentarlah yang Santun!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: