Adik Kandung Pulau Dewata

IMG_2968

Bagian kelima dari tulisan sebelumnya.

Hari ketiga, tepat tanggal 3 Desember. Pagi-pagi kami sudah bersiap. Melangkah dan melakukan penyeberangan laut yang lebih lama. Di referensi yang saya baca, butuh waktu sekitar 5 jam untuk sampai ke Pulau Lombok.

Letak Pelabuhan Padang Bai – Bali, menelan waktu kami sejam lebih dari Kota Denpasar. Untuk biaya tiket penyeberangannya, kami harus membayar Rp. 112.000 rupih untuk satu kendaraan motor. Dari dua kali penyeberangan Ferry ini saya membuat rasio tentang harga tiket. Rumusnya begini, tarif penyeberangan motor sama dengan tiga kali tarif penyeberangan satu orang.

IMG_3091

ferry

IMG_2958

IMG_3000

Muda-mudahan hipotesis saya ini benar, karena masih ada satu penyeberangan lagi yakni penyeberangan dari Pelabuhan Kayangan – Lombok Timur ke Pelabuhan Poto Tano – Sumbawa Besar.

Dalam perjalanan kami, ada hal yang menurut saya bukan kebetulan. Alfa Mart atau Indo Maret adalah dua merek dagang yang hampir ada setiap jengkal kota di Indonesia. Kami sangat diuntungkan atas keberadaannya.

Matahari sudah condong ke barat saat kami telah berlabuh di Lembar – Lombok Barat. Hanya setengah jam melaju di atas motor, maka gerbang Kota Mataram sudah menyambut. Kota Seribu Masjid memberi kami pelajaran berharga. Kami harus lebih berhati-hati. Di perjalanan singkat dari pelabuhan ke Kota Mataram, kami disuguhi tiga kecelekaan lalu lintas. Saya tidak berhak menarik reduksi atas peristiwa itu. Mungkin akan terdengar subjektif.

IMG_3020

IMG_2981

IMG_2998

Setelah menyaksikan sunset di dua tempat berbeda, maka hari ini akan menjadi yang ketiga. Matahari yang keemasan sudah semakin dekat dengan horison. Kali ini saya di Pantai Senggigi, tidak cukup setengah jam perjalanan motor dari Kota Mataram.

Banyak yang bilang, Pulau Lombok adalah adik kandung dari Pulau Bali. Unsur pariwisata memang sangat bisa diandalkan di sini. Sekitar Pantai Senggigi bertebaran banyak sekali hotel, penginapan, cottage, villa, dan sejenisnya. Saya menikmati sunset di sini. Zuhda bilang, gunung yang nampak di seberang lautan yang meluas di depan Pantai Senggigi adalah Gunung Agung – Bali. Sampai sekarang masih percaya.

Untuk kesekian kalinya, gelap menjadi pembatas sekaligus penanda waktu. Malam ini kami akan menginap di rumah sepupuh saya, di daerah Cakranegara, di sebuah kamar kontrakan. Cara menginap seperti sangat cocok untuk petualang yang tidak mengandalkan kebetulan. Seperti kami.

Sebelum pulang ke rumah kami bermain-mani dulu di Taman Udayana menikmati jagung bakar. Lalu bergeser sedikit ke Taman Sangkareang tepat di jantung Kota Mataram. Lelah mulai menggelitik, kami butuh istrahat untuk petualangan esok. Hari ini berakhir dengan cerita sepupuh saya yang pernah di rampok di Taman Sangkareang.IMG_3010

IMG_3022

IMG_3040

IMG_3070

IMG_3051

Advertisements

One Response to “Adik Kandung Pulau Dewata”

  1. Aw, this was an incredibly nice post. Finding the
    time and actual effort to create a top notch article… but what can I say…
    I procrastinate a whole lot and don’t manage to get anything
    done.

Berkomentarlah yang Santun!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: