Burung Penunggu Pagi (Surat ke-2)

rumahnalar

Pada subuh yang masih sangat rapuh. Hentakan mesin jam mengusik sunyi. Juga, lamat-lamat burung penunggu pagi berbagi kicau. Tulus, serupa kasih ibu. Udara yang bisu mulai tersentuh.

Kicau burung penunggu pagi adalah pengikat batin saya dengan Rumah Nalar. Semacam cincin kawin sepasang kekasih. Pertemuannya hanya di pagi. Setelah itu; saya, pagi, Rumah Nalar dan burung penunggu pagi masing-masing punya cara mengisi hari.

Kondisi terindah memang bukanlah milik pagi dan burung penunggu-nya. Pagi dan batin saya tak pernah lengkap bila burung penunggu gagal berkicau atau sekedar bersiul sesekali. Surat tak lengkap ini mungkin hanyalah sampah di alam kata.

Burung penunggu pagi pun tak pernah tahu cara membaca surat. Juga demikian dengan Rumah Nalar yang lebih banyak bersabar. Saya hanya yakin di buta aksara-nya burung penunggu pagi dan Rumah Nalar, di sanalah terselip kunci kesaksian atas beberapa kejadian yang dirahasiakan Tuhan di mata manusia.

Mungkin ada yang mengingat, kejadian penting di Rumah Nalar hanya disaksikan oleh burung penunggu pagi. Rumah Nalar hanya meringis saat disayat sembilu oleh kebisuan manusia di dalamnya. Burung penunggu pagi menangis dengan menyamarkannya lewat kicauan. Mereka saksi yang diam saat manusia mulai bicara tentang kekeliruan.

Isyarat kicau dan tegarnya Rumah Nalar, tak pernah benar-benar dimaknai lewat aksi. Sejauh ini hubungan Rumah Nalar dengan burung penunggu pagi adalah hubungan yang saling meng-indah-kan. Burung penunggu pagi menyukai bersih, indah, dan nyaman. Rumah Nalar adalah penikmat keindahan. Manusia suka menodainya. Menyiakan simbol-simbol kebahagian yang ditawarkan oleh keduanya. Manusialah yang buta dan bisu pada pertanda.

Selamat pagi, untuk burung penunggu pagi dan Rumah Nalar yang setia menuggu tangan halus manusia untuk menjamahnya. Rumah Nalar, rumahnya peneliti muda. Rumah Nalar “Rumah Peradaban“.

ditulis di Rumah Nalar, 30 Desember 2013

4 Tanggapan to “Burung Penunggu Pagi (Surat ke-2)”

  1. lucu namamu…😀

  2. Selamat pagi juga utk burung penunggu pagi, rumah nalar bserta penghuninya walau skarang sdh pkul 2.30.. ^^

Berkomentarlah yang Santun!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: