Membunuh Malu

membunuh malu

 

***

sejak aku mengenal malu
sejak itu aku melangkah maju
menjaga tingkah laku
mencicipi hal yang baru

karena aku mengenal malu
aku membunuh musuh dalam tubuh
bersungguh ingin bertumbuh
sungguh aku menjaga malu

saat aku sedang malu
saat itu aku terkubur rapuh
disesaki rasa tabu
dilemaskan rasa cemburu

aku tahu,
malu selalu datang tepat waktu
menunduk saat sendu
membungkuk saat terpuruk
bersujud saat tersudut

suatu waktu
aku tak tahu malu
aku angkuh merengkuh sesuatu
menutup pintu qalbu
menjauh dari restu
berkeluh pada gemuruh
mengutuk hujan yang jatuh

aku belum tahu malu
aku rindu masa lalu
aku candu membuang waktu
aku patuh pada jenuh

***

Rumah Nalar, 20 Desember 2013

Gambar : fineartamerica.com

 

Advertisements

Berkomentarlah yang Santun!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: