Spasi Yang Mungkin Panjang

***

Suatu hari nanti semuanya harus terucap, saat semuanya juga telah siap, tentunya. Ada hari-hari yang baik untuk menaklukkan ketakutan-ketakutan yang berkelindan di ruang imajinasi. Ketakutan yang menyumpahi dengan serapah langkah yang disiasati. Karena beberapa kesempatan sepertinya sudah berlalu dan itu sama sekali tak layak untuk dibincangkan lagi.

Lalu, hanya kesempatan yang harus selalu diberikan ruang yang lebih lapang. Biar angin-angin yang membawa kebahagiaan itu tertuju tepat pada landai yang sedang gersang. Sebuah daerah yang sensitif oleh janji dan kabar angin.

Sungguh, sesungguh-sungguhnya, andai kata tak lebih rumit dituliskan daripada diucapkan, sudah kukerahkan semua imajinasi ini untuk merangkainya pada bait puisi terbaik yang pernah coba kugubah. Sayangnya, sarang imajinasi ini selalu dipenuhi ketidaksiapan untuk melepaskan panah-panah puitis itu.

Dan saat ini, aku hanya membuat spasi dalam napas untuk menghembuskan gairah yang halal. Spasi yang mengindahkan bait-bait puisi. Spasi yang tak pasti. Spasi sebatas janji. Spasi yang memantaskan. Spasi yang menunggu. Spasi yang diperjuangkan. Spasi yang mungkin panjang.

***

Makassar, 15 Desember 2013

Advertisements

2 Responses to “Spasi Yang Mungkin Panjang”

  1. mujahidzulfadli Says:

    mo ngelamar ya bang? haha.

Berkomentarlah yang Santun!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: