Bersama Walker

Foto-0058

Manusia adalah mahluk pejalan. Senantiasa mencari dan menemukan. Ada yang mencari hingga ke palung samudera, lalu ada yang mendaki hingga ke atap dunia. Namun, adapula yang menemukan dalam kontemplasi yang diam. Tanpa berjalan tanpa bepergian.

Dan saya memilih berjalan pada imajinasi dan destinasi. Sesekali menjauh dari daratan, sesekali menjauh dari pandangan, dan mungkin saja hanya sekedar mengukur-ukur panjang jalanan. Untuk itulah saya punya kawan berjalan yang saya sebut Walker, sepatu pejalan saya.

Dalam sebuah mimpi, saya pernah bersamanya menempuh jalan jauh. Menerobos tumpukan salju yang menghalau langkah. Lalu bersama pula meringis karena panas di benua yang asing. Walker telah setahun menemani saya menapak dan menjejak langkah-langkah. Membekas pada tanah dan memberi warna pada sebuah cerita.

Kisah paling akhir bersama Walker adalah saat menaiki anak tangga kawah Gunung Bromo yang pada saat bersamaan warga lokal  Tengger sedang memperingati Hari Kuningan penganut Hindu. Walker berhasil mendesir di Pasir Berbisik yang masih satu kawasan dengan Gunung Bromo.

Dua minggu sebelumnya juga telah berhasil sampai di puncak Gunung Mahameru, namun sayangnya tak ada dokumentasi yang mengabadikannya.

Pare Institute, 17 November 2013

Advertisements

Berkomentarlah yang Santun!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: