Mulai Lupa!

***

Setiap ingatan punya batas tersendiri untuk bertahan. Dan lupa adalah penyakit yang lazim membobol kekuatan ingatan. Ada banyak yang sebenarnya harus diingat, seperti saran para alim untuk senantiasa mengingat kebaikan seseorang terhadap diri kita. Lalu, melupakan kebaikan yang pernah kita lakukan terhadap orang lain.

Di sini, saya diserang banyak lupa, namun sepertinya harus banyak mengingat. Seperti ingin membuang banyak cairan pada sebuah wadah yang penuh, lalu mengisinya kembali dengan cairan yang lebih baru. Ada banyak sekali kejadian setiap harinya, ada banyak hal baru dan membuat saya mesti mengingatnya. Tanpa sadar saya telah mulai lupa dengan banyak kenangan.

Sejatinya, memang kenangan tidak selalu harus kita ingat. Kita harus berpindah dan meningkatkan apa yang telah kita lakukan sebelumnya. Di tempat saya belajar sekarang, definisi mengingat mulai tersamarkan dengan definisi menghafal. Saya mengingat dan menghafal. Sulit memisahkannya.

Ruang-ruang memori harus dibuka untuk memungkinkan diingatnya banyak hal yang memang harus selalu diingat. Berada di Pare selama hampir tiga pekan, memaksa saya melupakan banyak kebiasaan. Saya mulai lupa rasa mie goreng, lupa cara mengendarai motor, lupa enaknya tidur pagi, lupa dengan beberapa jenis senyuman.

Hanya imajinasi yang menguatkannya. Soal sensasinya, entahlah. Tapi, kenyataan begitu menarik. Apa yang mulai saya lupa tergantikan dengan apa yang kini selalu saya rasakan. Saya menemukan banyak jenis senyuman yang baru, saya merasakan banyak cita rasa masakan yang baru, saya mengetahui cara menaklukan sepeda pixie tanpa rem, dan saya merasakan sensasi lelah yang baru.

Ada banyak orang baik yang saya jumpai di sini. Tidak kalah banyak di tempat sebelum saya ke sini. Asumsi saya, bila ingin menemukan orang baik, ada baiknya ke sini. Ada ribuan Pemimpi, ada banyak pengejar beasiswa, ada bara semangat bergejolak di sini.

Kata kuncinya adalah semangat, semangat yang berakar di dalam diri sendiri atau semangat yang berkobar dari lingkungan. Karena, kita akan merasakan panas bila kita mendekat di sumber panas. Kata semangat akan selalu saya ingat dari tempat ini, entah sampai kapan saya mulai lupa dengan tempat ini.

***

Teras Kamar 10 Pare Institute, Pare – Kediri
12 Oktober 2013

Gambar : www.123rf.com

 

 

Advertisements

Berkomentarlah yang Santun!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: