Perkara Hujan dan Rindu

?????????????

***

Hujan pertama telah turun. Mengguyur tanah yang telah ditumbuhi rindu. Tidak lama, tapi cukup untuk meneguhkan beberapa keraguan. Bersama senja, bulir hujan meninggalkan perkara kepada bumi.

Sudah sangat lazim, ketika hujan disandingkan dengan rindu. Menjadi stigma atas bangunan persepsi pada banyak kalangan muda yang rentas di retas oleh fluktuatifnya rasa.

Di ujung telefon. Sebuah suara menenggelamkan kerinduan. Berbaur bersama rintik. Imajinasi tak bisa menahan laju impresi. Saya terkesan pada kalimat terakhirnya. Seseorang yang bisa saja menjadi bunga pertama dan terakhir.

Tak ada yng bisa disesalkan dari jatuhnya hujan. Sebab hujan hanyalah risalah atas rindu yang harus menempuh jarak.

Hingga malam menutup lubang-lubang kerinduan itu. Tak dinayah bulan melengkung serupa senyum terakhirnya yang mengizinkanku terbang ke dunia obsesi. Ke dunia ambisi yang kadang terdengar melampaui diri.

Inilah malam yang berujung sepi. Malam yang tersemai oleh sensasi. Malam yang akan sunyi.

Saya berharap, hujan akan turun setiap hari. Mempercepat reaksi dua keping rindu yang beradu. Sebab hujan pertama di musim ini bukanlah rindu yang pertama.

***

Pare Institute, Kediri
08 Oktober 2013

Gambar : www.wallsave.com

Advertisements

2 Responses to “Perkara Hujan dan Rindu”

  1. hujan pertama mengandung asam, hujan selanjutnya menyejukkan. Biarlah mereka mendinginkan kepala yg lagi penat

Berkomentarlah yang Santun!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: