Cobalah, Maka Kau Akan Tahu!

***

Tugas manusia merencanakan, meniatkan, dan tentunya mencoba. Selebihnya biar Tuhan yang menilai dan memberi jawaban. Bila gagal berarti kita patut bersabar, bila mujur berarti kita mesti bersyukur.

Niat baik sekalipun tidak serta merta Tuhan membalasnya. Sedangkan kenyataan yang tidak kita inginkan tidak lantas mengingkari sunnatullah.

Hari sabtu dan hari ahad adalah hari yang saya tunggu. Saya merasa punya lebih banyak waktu di kedua hari itu. Saya bisa melakukan banyak aktivitas, mulai dari cycling, kuliner, membaca, sampai menunggu waktu sholat di masjid besar Pare.

Hari sabtu, saya coba merealisasikan beberapa rencana yang sudah saya imajinasikan sejak malam. Seperti, mendonorkan darah di PMI, menyantap sup jamur di Wisata Jamur Karisma, meminum susu sapi murni di alun-alun kota Pare, berenang di kolam Alfil dan terakhir sholat magrib di Masjid Besar Pare.

Saya ingin coba ceritakan pengalaman saya berniat mendonorkan darah. Yang jika benar saya mendonor hari ini, berarti ini adalah donor darah saya yang ke-17 kalinya. Tapi, niatan itu belum bisa terwujud hari ini.

Dalam waktu delapan hari, saya telah tiga kali mendatangi kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Kediri. Saya berniat untuk mendonorkan darah kepada siapa saja yang membutuhkannya. Kenyataannya, tiga kali itu juga saya ditolak oleh petugas di sana.

Alasannya sama, tekanan darah saya selalu di bawah Standar Operasional Prosedur donor darah. Pertama kali datang, petugas mencatat angka “110/60” di lembar formulir yang telah saya isi. Dua setelahnya saya datang lagi, tekanan darah saya belum cukup juga untuk standar donor.

Petugas memberi saya empat buah pil multivitamin dan mineral “Corovit”, dan menyarankan untuk lebih banyak istrahat. Oke, anjuran minum obatnya saya penuhi. Minum satu pil perhari, tapi saran untuk istrahat saya abaikan. Hipotesis saya, kurang istrahat inilah yang membuat tekanan darah saya rendah.

Saya kadang tidur jam 1 malam, dan harus bangun jam 4 subuh. Ohh… saya belum terbiasa tidur hanya dalam durasi 3 jam. Seperti sebuah sugesti, saya akan merasakan gangguan pencernaan bila tidur saya tidak cukup 4 sampai 5 jam per hari.

Lima hari setelah kedatangan kedua. Saya datang lagi. Di tensi lagi. Saya sangat berharap hari sabtu ini, niat itu benar-benar bisa saya wujudkan. Saya ingin segera berbuat baik. Ehh… saat pemeriksaaan ke tiga, tekanan darah justru malah makin menurun. Kali ini tidak tidak cukup 100.

Petugas PMI selalu sabar dan ramah. Saya ceritakan pola hidup saya selama kurang lebih sepuluh di Pare. Dia tersenyum, dan akhirnya menyarankan untuk datang lagi ke kantor PMI setelah semua examination saya selesai.

Beniat dan cobalah maka kau akan mengetahuinya. Selalu lihat sisi positifnya.

***

Wisata Jamur Karisma, Pare – Kediri
05 Oktober 2013

Gambar : www.scenicreflections.com

Advertisements

Berkomentarlah yang Santun!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: