Archive for October, 2013

Kuliah Gratis di Jerman, Mitos atau Fakta?

Posted in Opini on October 23, 2013 by mr.f

Jerman oh Jerman

Kembang Kecil

Posted in Sajak with tags , , , , on October 13, 2013 by mr.f

***

Di taman kecil sebuah dunia
Bertumbuh rupa kembang berwarna
Mengisi tiap jengkal tanah di sana
Meraih langit-langit singgasana

Ada kuncup lalu layu
Ada mekar bertahan segar
Ada gugur karena tak tumbuh subur

Di taman, hidup menantang
Puluhan mata tegas memandang
Mekar tidak terlarang
Tapi tumbuh adalah peluang

Taman seperti pelangi
Terhias kembang berwarna-warni
Senyum tidak tertata rapi
Amarah kadang berapi-api

Di taman, tak ada kembang sejati
Segala warna dijanji mati
Wangi hanya silih berganti
Setelah itu, tangkainya pergi

Taman, layaknya tempat bertumbuh
Hidup bersungguh-sungguh
Setia pada warna
Setia pada aroma

Taman bukan wahana bermain
Tempat berlari-lari
Taman, tempat merias diri
Layu, lalu terganti

***

Pare – Kediri
13 Oktober 2013

Gambar : www.freeoboi.ru

Mulai Lupa!

Posted in Having Fun with tags , , , , on October 12, 2013 by mr.f

***

Setiap ingatan punya batas tersendiri untuk bertahan. Dan lupa adalah penyakit yang lazim membobol kekuatan ingatan. Ada banyak yang sebenarnya harus diingat, seperti saran para alim untuk senantiasa mengingat kebaikan seseorang terhadap diri kita. Lalu, melupakan kebaikan yang pernah kita lakukan terhadap orang lain.

Di sini, saya diserang banyak lupa, namun sepertinya harus banyak mengingat. Seperti ingin membuang banyak cairan pada sebuah wadah yang penuh, lalu mengisinya kembali dengan cairan yang lebih baru. Ada banyak sekali kejadian setiap harinya, ada banyak hal baru dan membuat saya mesti mengingatnya. Tanpa sadar saya telah mulai lupa dengan banyak kenangan.

Sejatinya, memang kenangan tidak selalu harus kita ingat. Kita harus berpindah dan meningkatkan apa yang telah kita lakukan sebelumnya. Di tempat saya belajar sekarang, definisi mengingat mulai tersamarkan dengan definisi menghafal. Saya mengingat dan menghafal. Sulit memisahkannya.

Ruang-ruang memori harus dibuka untuk memungkinkan diingatnya banyak hal yang memang harus selalu diingat. Berada di Pare selama hampir tiga pekan, memaksa saya melupakan banyak kebiasaan. Saya mulai lupa rasa mie goreng, lupa cara mengendarai motor, lupa enaknya tidur pagi, lupa dengan beberapa jenis senyuman.

Hanya imajinasi yang menguatkannya. Soal sensasinya, entahlah. Tapi, kenyataan begitu menarik. Apa yang mulai saya lupa tergantikan dengan apa yang kini selalu saya rasakan. Saya menemukan banyak jenis senyuman yang baru, saya merasakan banyak cita rasa masakan yang baru, saya mengetahui cara menaklukan sepeda pixie tanpa rem, dan saya merasakan sensasi lelah yang baru.

Ada banyak orang baik yang saya jumpai di sini. Tidak kalah banyak di tempat sebelum saya ke sini. Asumsi saya, bila ingin menemukan orang baik, ada baiknya ke sini. Ada ribuan Pemimpi, ada banyak pengejar beasiswa, ada bara semangat bergejolak di sini.

Kata kuncinya adalah semangat, semangat yang berakar di dalam diri sendiri atau semangat yang berkobar dari lingkungan. Karena, kita akan merasakan panas bila kita mendekat di sumber panas. Kata semangat akan selalu saya ingat dari tempat ini, entah sampai kapan saya mulai lupa dengan tempat ini.

***

Teras Kamar 10 Pare Institute, Pare – Kediri
12 Oktober 2013

Gambar : www.123rf.com