Jelang Petang

 

***

hingga jelang petang asa terkubur
larut marut dalam gaduh bincang bintang
hanya sekilas cercah cahaya menyembur gelap
bersama diam dan bisu bulan menyusut
pada takdirlah kanyataan terjadi

sirna pecah rana berwarna
menangis diri kian merana
tak lagi senyum penabur harap
lara kuncup tiada hadir

***
Makassar, 19 November 2012
Advertisements

Berkomentarlah yang Santun!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: