Jarang Bertatap

~oOo~

kita sungguh jauh terpaut masa
begitu juga ruang dan mata
tapi batin tak pernah kuat untuk bicara
hanya diam menunggu sampai lama

lalu kita pula jarang bertatap
apalagi bercakap
hanya lebih sering berharap
mungkin karena kita saling gagap
saat membincang soal sikap

akulah yang lebih dulu menyerah
saat mendekat pada hal yang nyta
tapi kamu juga enggan bergerak
hingga lebar sekat pemisah

makanya, tutuplah pintu lalu lalang itu
biar hanya aku yang terpenjara
dan selamanya ada untukmu

~oOo~

picture : www.my.opera.com

Advertisements

2 Responses to “Jarang Bertatap”

  1. wah.. inikah potongan dari kisah kak ma’ruf??? hehehe

Berkomentarlah yang Santun!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: