Jamaah Tanpa Imam

Di sebuah masjid yang cukup besar. Enam bocah perempuan nampak bingung menyalakan tape masjid. Saling dorong karena tak ada yang percaya diri dengan kemampuannya. Hingga seorang bocah lelaki, juga seusia dengan para bocah perempuan tadi, usia mereka kutaksir di bawah sepuluh tahun. Bocah lelaki itulah yang akhirnya berani menyentuh perabot elektronika di masjid itu.

Sayangnya, saat itu bukanlah waktu yang tepat lagi untuk memulai sholawat pertanda waktu sholat segera masuk. Malam telah tiba, dan bulan telah menawan. Hanya tersisa sedikit semburat jingga di horison langit yang sebentar lagi digulung gelap.

“Tes, tes, tes?” tanya si bocah lelaki tadi di mic yang terpasang di stan yang biasa dipakai imam ketika memimpin sholat. Rupa-rupanya bocah itu hendak menjulurkan mic tersebut ke speaker tape yang mungkin akan digunakan untuk memutar kaset sholawat. Tapi buru-buru kuhampiri bocah itu lalu menyuruhnya mematikan radio tape tersebut.

“de, de, de, matikan saja, nda usah pake mic, lewatmi juga waktu untuk adzan ini” tegur saya dengan nada yang paling sopan, karena kutau daerah ini adalah daerah yang amat mendahulukan norma kesopanan.

Saya lalu berinisiatif memulai adzan maghrib saat hari telah tiada. Kutau bahwa waktu itu bukanlah waktu yang tepat untuk mengumandangkan adzan sementara alam telah berselimut gelap.

Hingga saya usai pada lapadz adzan yang terakhir “laailaha illallah” jamaah sholat maghrib nyatanya tidak bertambah. Hanya saya, si bocah lelaki dan enam bocah perempuan. Rata-rata bocah perempuan itu belum berwudhu. Hingga saya menyuruh mereka semua menyegerakan untuk mengambil air wudhu.

Saya mengajak mereka untuk sholat berjamaah, dengan formasi saya menjadi imam, bocah lelaki di sebelah kanan dan di belakang enam bocah perempuan.

Kutanya “eh, siapa namamu?” sambil kudekati bocah lelaki yang sedang meluruskan sejadanya.

“Reza” jawabnya singkat.
“kau bisa iqomat?” kutanya lagi. Reza hanya menggeleng.

“dia tidak tau iqomat!” imbuh seorang bocah perempuan dari belakang.

Okelah, berarti saya yang iqomat.

Sholat maghrib berjamaah pun selesai. Alhamdulillah. Lalu kuputar badan menghadap ke bocah-bocah itu.

“ee, jangan bubar dulu!” kulambaikan tanganku ke mereka, dan hasilnya mereka bertatapan.

“dzikir dulu, trus berdoa baru pulang” pesan pendekku untuk mereka.

Sekejap itu kuajari mereka cara dzikir dengan memanfaatkan garis garis pada jemari tangan. Tak lama kuajar mereka segera fasih. Lalu kuajar lagi mereka doa pendek menggunakan bahasa Indonesia. Mereka mungkin tak mengingat tepat redaksi yang kuajarkan.

Yang kutau bahwa doa setelah sholat itu boleh saja menggunakan bahasa selain bahasa arab. Sedangkan doa atau bacaan dalam sholat haruslah menggunakan bacaan sholat nabi.

Jika tadi saya terlambat sedikit saja datang ke masjid, mereka katanya akan kembali pulang ke rumah tanpa sholat berjamaah sebelumnya.

Inilah para jamaah tanpa imam.

Pengurus dan orang tua di kampung itu mempercayakan masjid pada bocah-bocah sepuluh-an tahun itu.

Ketika saya wawancara linear dengan satu orang tua disana, kata para bocah-bocah itulah yang akan menyalakan radio-tape masjid, adzan, iqomat bahkan menjadi imam sekaligus makmum.

Saya menduga-duga, orang-orang di kampung ini telah terbiasa dengan lafadz adzan yang keliru. Semoga saya yang keliru.

 

 

 

Advertisements

4 Responses to “Jamaah Tanpa Imam”

  1. malu rasanya melihat kondisi hal demkian, malu pada -NYA, namun tanpa sadar kuingat sebuah surat-NYA amarma’ruf nahimungkar. namun masih adakah yang melakukan itu. itu tak akan berlangsung lama toh bulan ramadhan semakin dekat dan hal itu tak terjadi lagi. namun jika berlalu bulan yang penuh berkah itu kembali lagi dengan kondisi yang sama ” jamaah tanpa imam”

  2. Subhanallah… ternyata banyak sesuatu yg belum kita ajarkan, tinggallah disana nak, jadi ustadz, hihi :p

Berkomentarlah yang Santun!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: