Tentang Sebuah Buku

Beberapa hari yang lalu, sebuah mimpi benar-benar sedang berjalan dalam realitas kehidupan yang saya alami. Sebuah buku yang saya terget terbit akhirnya benar-benar mewujud.

Walau buku tersebut hanyalah sebuah buku antologi puisi, namun sebagai warga kampus yang pernah dibuat kaget dengan mahalnya buku-buku yang di-“dagang”-kan dosen di kampus, maka wajar jika saya amat merasakan sensasi yang diluar kebiasaan. Sensasi menerbitkan buku perdana.

Dalam buku antologi puisi tersebut, berisi 120 puisi original hasil persinggungan imajinasi, rasa, dan kemampuan menulis dari 24 penulis muda. Saya sendiri membuang 10 puisi atau yang lebih tepat sebenarnya saya sebut sebagai “sampah” kata ke dalam buku tersebut.

Saya sebut “sampah” kata karena saya menganggap bahwa karya saya yang tertulis di dalam buku tersebut tak ubahnya adalah rongsokan kata-kata yang tak bermakna.

Saya menjadi pening sendiri memaknai kata yang “tak sadar” pernah saya urai menjadi sebuah puisi atau sajak. Dulunya saya hanya menganggap bahwa kata-kata yang melintas dalam ruang imajinasi saya itu harus saya real-kan sebelum semuanya terbang dan menjadi kata yang hilang.

Kejadian berulang itu “menghayal-mencatat” adalah upaya saya menghargai kata itu sendiri. Pengalaman menjadi orang pelupa dan menghilangkan banyak kata tidak ingin saya ulang. Saya menghargai waktu dan imajinasi yang tak akan berulang itu.

Semua puisi atau sajak saya yang ada dalam buku tersebut adalah puisi yang sebelumnya pernah saya terbitkan di blog ini. Tapi saya justru kadang heran bila mendengar pujian dari rekan-rekan penulis/blogger pemula lainnya. Jujur saya sendiri tak menganggap karya-puisi saya itu adalah karya yang patut di puji.

Bila sudah dalam kondisi itu (dipuji) saya hanya mampu memerintahkan otak dan hati saya supaya tetap positif thinking. Menganggap bahwa teman saya adalah orang yang menghargai karya orang lain dan mungkin juga memaknai secara bijaksana setiap kata-kata yang terselip dalam bait bait puisi saya itu.

Nah sekarang, 10 dari puluhan puisi(sampah kata) yang saya torehkan dalam blog ini telah ada dalam wujud buku. Judul buku tersebut adalah “Risalah Rindu – sebuah antologi puisi” . Risalah Rindu sendiri adalah judul sebuah puisi dari salah satu penulis, yang sayangnya puisi tersebut tidak pernah sama sekali diposting di blog pribadinya. Jadi untuk membaca puisi tersebut, ya harus menggenggam bukunya secara langsung.

Hal yang paling menarik dari buku tersebut adalah endorsment yang ada di bagian back cover-nya. Di situ ada endorsment dari penulis fenomenal novel Negeri 5 Menara – Ahmad Fuadi. Endorsment yang secara jujur, tak perlu ada pada sebuah buku  kumpulan puisi. Tapi itulah sensasi mengejar mimpi mendapat testimoni dari “orang hebat” untuk buku kita sendiri. Saya tak akan mungkin menyalahkan usaha saya menempuh cara mendapatkan semua itu.

Buku perdana tersebut akhirnya mampu tersaji dihadapan banyak teman yang sejak dulu menanti dan mendukung hebat upaya menerbitkan buku tersebut. Saya mulai lupa, sejak saya menggaungkan penerbitan buku puisi tersebut entah telah berapa rekan saya yang “berniat” menjadi pembeli pertama buku tersebut. Saya menganggap semua itu adalah motivasi yang direnovasi dengan cara lain untuk menerbitkan buku.

Saya tidak berharap teman-teman membaca buku itu, karena sejak awal saya menganggap buku itu adalah memang buku yang diterbitkan untuk di-cemburui. Di-cemburui oleh orang yang punya banyak karya namun belum sempat membukukan karyanya. Apalagi secara faktual bahwa diantara buku yang paling tidak laku dipasaran adalah buku kumpulan puisi. Tapi itulah segmentasi hidup, harus ada langkah pertama untuk bisa berada di ujung jalan yang kita inginkan.

Namun, di balik motif itu. Saya selalu bekerja totalitas menerbitkan buku “Risalah Rindu” yang berkualitas. Apalagi kawanan pengeroyok-penulis buku tersebut kambali menggelorakan resolusi baru, yakni menghadirkan buku ke-dua. Sebuah resolusi yang saya usung bisa terbit di bulan November nanti.

Harapan terbesar saya sebenarnya adalah terjadinya revolusi paradigma bahwa menerbitkan buku itu pekerjaan yang berat, butuh banyak pengorbanan. Paradigma itu harus berevolusi menjadi sebuah keinginan kuat menerbitkan buku sebelum mati. Karena ada nubuat mengatakan bahwa “dunia akan menolakmu mati sebelum kamu menerbitkan buku“. Jadi terbitkanlah buku sebelum mati!

 

 

 

Advertisements

6 Responses to “Tentang Sebuah Buku”

  1. […] Meriahnya Kelas “Dari Blog Jadi Buku”Download Lagu-Lagu Electra Band PurwokertoTentang Sebuah Buku […]

  2. luar biasa, saya punya sebuah mimpi untuk bisa menerbitkan buku antologi, tapi sampai sekarang belum kesampaian juga (lebih tepatnya, belum ada usaha untuk mewujudkannya)

    selamat ya…

    • makasi ‘selamat’nya.

      kalau masih kesulitan menerbitkan buku -sendirian- mending gabung aja di komunitas-komunitas literasi. banyak kok yang nyediain space. biasanya juga penerbit-penerbit yg buat grup untuk melakukan project book yang akan dikeroyok oleh penulis-penulis pemula.
      ya, kalau mau terbit dengan penulis tunggal, kuncinya hanya satu ‘konsisten’ nulis atau ngisi blog. biar nanti kalau udah banyak tinggal disortir aja mana yang layak dan belum layak masuk dalam buku.

  3. mujahidzulfadli Says:

    hahahaha…..ternyata saya tidak sendiri. hahahaha…..

    Jangan bilang sampah, akan berguna suatu saat. Simpanmi baek-baek kak. Bisa diselip-selip di postingan biasa kalo butuh kata yang sempit. haha…

    Kanda, kalo diposting itu “Risalah Rindu” di blog, apa kata dunia? Pokoknya kak, bukan ide bagus deh. Tapi, dua puisi selain itu, sdhmi kuposting di Kompasiana. Nanti si objek Risalah Rindu membacanya. Di toyor-toyorlah kepala saya dengan pensil. hahaha…..

    Four thumbs up, share dan jual ke mana-mana…

Berkomentarlah yang Santun!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: